Kamis, 01 Oktober 2026 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat | Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
 
 
☰ Sosial Budaya
LAMR Proses Timbang Salah Hukum Adat untuk Pemilik Akun FB yang Hina UAS
Kamis, 13 September 2018 - 16:05:43 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Pihak Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) sedang memproses dan menimbang salah penghinaan yang dilakukan pemilik akun Facebook (FB) atas nama JB terhadap Datuk Seri Ulama Setia Negara, Ustaz Abdul Somad (UAS).

"Kita belum bisa memastikan kapan hukuman adat ditetapkan untuk JB," kata Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri Al Azhar dalam keterangan pers, Kamis (13/9/2018).

Untuk menetapkan hukuman adat ini, sebut Al Azhar pihaknya perlu mendengar masukan dan saran anggota MKA yang akan dibahas didapat MKA LAMR.

"Kemarin kita sudah lakukan rapat MKA soal kasus ini. Dalam perspektif hukum adat atau menurut hukum adat tidak ada pakai dugaan lagi. Karena apa yang disampaikan JB melalui akun Facebooknya kepada UAS itu bukan dugaan, tapi merupakan penghinaan.
Kata dugaan tidak ada lagi dan itu sudah jelas dan nyata penghinaan," terangnya.

Karena itu, tegas Al Azhar, penghinaan atau perbuatan buruk yang dilakukan Jony Boyok menurut adat disimpulkan salah. Maka ketika salah ada mekanisme yang disebut salah ditimbang hutang dibayar.

"Artinya kesalahan ditimbang, dari timbangan atas kesalahan itu baru ditentukan hutang atau hukuman menurut adat. MKA dalam pertemuan itu memutuskan bahwa kesalahan yang dilakukan oleh JB melalui akun Facebook sekarang masuk dalam pertimbangan berat dan ringan sampai jatuh pada hukuman adat," paparnya.

Oleh sebab itu, kata Al Azhar, dalam waktu dekat akan menimbang kesalahan itu untuk sampai kepada hukuman adat yang dijatuhkan kepada pelaku penghina Ustaz Abdul Somad.

Lebih lanjut disampaikan Al Azhar, hukum adat sendiri yang tertinggi yaitu diusir dari negeri Melayu Riau. Hal ini berlaku di dalam aturan adat Melayu manapun di Riau ini.

"Jadi hukuman diusir ini bisa dalam waktu limit, ada batas dan bisa juga tak terbatas. Namun hukuman ini mengacu melalui pertimbangan atas kesalahan yang dilakukan Jony Boyok," cetusnya.

Menurutnya hukuman diusir di negeri ini ada turunannya yakni hukum sumpah. Apabila yang bersangkutan tak menjalankan hukuman adat (diusir dari negeri Melayu), maka LAMR akan menerapkan hukum sumpah.

"Sumpah termasuk yang tertinggi bagi orang yang terkena hukum adat tapi tak menjalankannya. Keatas tak berpucuk, ke bawah tak berakar, di tengah-tengah digirik (lubangi) oleh kumbang. Petuah ini mengistilahkan lahir dan bathin dia bukan siapa-siapa. Biasanya kalau seseorang dijatuhkan hukuman sumpah ini badannya itu menjadi lisut tak bermayat," tegasnya.

Hukuman sumpah ini, ditambah Al Azhar, sesungguhnya bagi masyarakat yang tahu adat atau masyarakat beradat adalah hukuman yang paling ditakuti. [rls, yas, ckl]




 
Berita Lainnya :
  • Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat
    02 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    03 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    04 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    05 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    06 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    07 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    08 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    09 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    10 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    11 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    12 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    13 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    14 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    15 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    16 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    17 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    18 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    19 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    20 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    21 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    22 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat