Jumat, 02 Oktober 2026 Siap Hadapi Penilaian IRH 2027, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Pemda | Harmonisasi 4 Ranperbup Siak, Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah | 'PASTI ADA SOLUSI'' Episode 19, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik | Residivis Narkoba di Perhentian Raja Ditangkap, 11 Paket Sabu Disita | Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
 
 
☰ Peristiwa
Lebih Dekat dengan Gus Minftah Pendakwah Dunia Remang-remang Itu
Kamis, 13 September 2018 - 09:35:26 WIB

SULUHRIAU- Nama KH Miftah Maulana Habiburrahman menjadi topik perbincangan setelah videonya mengisi kajian agama di sebuah klub malam viral di media sosial.

Kiai yang akrab disapa Gus Miftah itu ternyata sudah 14 tahun dakwah di tempat hiburan malam.

"Di Yogya, beberapa klub malam dan kafe sudah berjalan 12-13 tahun ini. Juga di Sarkem sudah 14 tahun, pesertanya ya mereka (penghuni) di Sarkem itu," kata Gus Miftah, ditemui di Ponpes Ora Aji, Rabu (12/9/2018).

Gus Miftah menyebut dakwahnya itu sudah menjadi rutinitas belasan tahun. Sehingga dia cukup terkejut jika baru menuai kontroversi akhir-akhir ini.

Gus Miftah pun menegaskan dia tidak berniat melacurkan agama atas jalan dakwah yang dijalaninya itu.

"Saya dianggap melacurkan agama, kepentingan ekonomi, tidak. Saya berangkat biaya sendiri, konsumsi sendiri, tidak ada urusan masalah uang, sama sekali tidak ada, bener-bener murni dakwah. Kalau tidak percaya silakan dikonfirmasi ke mereka," tandas kiai berusia 37 tahun itu.

Fakta lainnya, Gus Miftah juga kerap mengisi kajian agama di institusi pemerintahan.

"Pernah diundang ke Balai Kota DKI Jakarta ngaji bareng Anies Baswedan, juga di kantor bea cukai, kantor pajak, Gubernur AAU Adisutjipto, kantor polisi, TNI, bupati, wali kota," kata Gus Miftah, Kamis (13/9/2018).

Gus Miftah pun menepis tudingan dia hanya mencari sensasi dengan dakwah di klub malam dan tempat hiburan malam.

"Ini kemarin (kajian di Boshe Bali) dianggap cari sensasi, sudah 8 tahun (dakwah) di Boshe Bali, di Boshe Yogya juga rutin dua pekan sekali, di klub malam lain di Yogya sudah 12-13 tahun ini, di Sarkem lebih dulu 14 tahun berjalan.

Sudah dari dulu juga saya ngisi kajian di kantor pemerintahan, TNI/Polri. Terus zaman saiki mosok mosting (di medsos) ora oleh rek?" ujar kiai asli Ponorogo, Jawa Timur itu.

"Jadi tidak ada urusan masalah uang saya dakwah di klub malam, dipermasalahkan amplope kandel, tidak. Dianggap bisa lihat perempuan seksi, tidak. Saya tidak senafsu itu, saya tidak bermotif ekonomi, ini betul-betul murni berdakwah. Dan alhamdulillah sampai detik ini setetespun saya belum pernah minum alkohol, rokokpun tidak," sambungnya.

Menurut Gus Miftah, manusia tidak boleh menghakimi manusia lainnya. Di mata Allah, yang dinilai adalah kadar ketakwaan seseorang.

"Selalu saya katakan ke peserta kajian, orang baik itu punya masa lalu, dan orang jelek punya masa depan, jangan kita jadi hakim. Saya nggak papa dibilang cari sensasi, tapi ini jalanku, ini metodeku, silakan salahkan saya, tapi jangan halangi mereka untuk kembali bermesraan dengan Tuhan," sebut Gus Miftah yang mengaku jalan dakwahnya terinspirasi oleh sosok (alm) Gus Miek.


Sumber: detik.com | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Siap Hadapi Penilaian IRH 2027, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Pemda
  • Harmonisasi 4 Ranperbup Siak, Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah
  • 'PASTI ADA SOLUSI'' Episode 19, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik
  • Residivis Narkoba di Perhentian Raja Ditangkap, 11 Paket Sabu Disita
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Siap Hadapi Penilaian IRH 2027, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Pemda
    02 Harmonisasi 4 Ranperbup Siak, Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah
    03 'PASTI ADA SOLUSI'' Episode 19, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik
    04 Residivis Narkoba di Perhentian Raja Ditangkap, 11 Paket Sabu Disita
    05 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    06 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    07 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    08 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    09 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    10 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    11 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    12 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    13 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    14 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    15 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    16 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    17 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    18 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    19 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    20 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    21 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    22 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat