Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Politik
Isu Ustadz Somad Diintimidasi Bisa Bikin Elektabilitas Jokowi Rontok
Rabu, 05 September 2018 - 17:59:58 WIB

SULUHRIAU- Dugaan ancaman yang dialami penceramah kondang Ustadz Abdul Somad menjadi sorotan. Isu yang menjadi perhatian publik ini diprediksi bisa memberikan dampak negatif terhadap calon presiden petahana Joko Widodo.

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Survei Media Nasional (Median) Rico Marbun mengatakan, beberapa rangkaian peristiwa larangan bisa menjadi faktor indikator. Sebelum isu ustadz Somad, ada larangan deklarasi gerakan #2019GantiPresiden dan tak diizinkan diskusi yang dihadiri aktivis Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung.

"Jika ini diikuti dengan secara membabibuta dengan pelarangan Ratna Sarumpaet, Rocky Gerung. Saya khawatir elektabilitas Jokowi akan rontok," kata Rico kepada wartawan, Selasa, (4/9/2018).


Rico melihat bila isu Somad dilarang ceramah benar ada maka akan mempersepsikan dampak kurang mengenakan. Sebab, era pemerintahan sekarang dipimpin Jokowi yang kembali maju sebagai bakal capres petahana.

"Jika memang benar maka akan menguatkan anggapan yang sudah terbentuk bahwa petahana dan timnya kurang ramah terhadap Islam politik," jelas Rico.

Kemudian, ia menekankan figur Somad saat ini merupakan ikon ustaz moderat yang memiliki penggemar dari kalangan pendukung Jokowi dan kubu oposisi. Somad juga pernah menjadi bakal kandidat cawapres kubu lawan Jokowi.

Hal senada disampaikan pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno. Menurutnya, beberapa rangkaian peristiwa larangan seperti diskusi, tagar ganti presiden, sampai ceramah akan dikaitkan dengan rezim pemerintahan Jokowi.

Adi menganalisis rangkaian peristiwa ini bisa berdampak terhadap pemerintahan Jokowi dalam membangun narasi kesatuan Indonesia yang besar.

"Pasti karena setidaknya rezim sekarang banyak sekali melarang aktivitas warga. Semua ini dikaitkan dengan pemerintahan saat ini. Karena tak ada rasa aman bagi warga," tutur Adi.

Sebelumnya, Ustadz Somad membatalkan agenda ceramah di sejumlah kota di Pulau Jawa. Dalam keterangan tertulis yang disampaikan lewat Instagramnya, dai kondang itu menyebut kata ancaman dan intimidasi terkait rencana kedatangannya ke sejumlah kota untuk memberikan ceramah.

Adapun pihak Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah sudah membantah melakukan dugaan ancaman terhadap Somad. Bahkan, GP Ansor meminta agar Somad melapor ke polisi jika memang merasa diancam dan diintimidasi terkait pembatalan ceramahnya.

Menurut Ketua GP Ansor Jateng, Sholahudin Aly dengan laporan ke polisi akan menjawab tanda tanya masyarakat yang menerka-nerka. Dari pihak Mabes Polri juga sudah mengimbau agar Somad melaporkan langsung ke polisi bila merasa diancam dan diintimidasi.

Sumber: viva.co.id | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat