Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Mesjid Al Azhar Shalat Idul Adha Hari Ini, Pembina Jelaskan Alasannya
Selasa, 21 Agustus 2018 - 10:09:46 WIB

SULUHRIAU, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pesantren Islam Al Azhar, Jimly Asshiddiqie, menjelaskan alasan Masjid Al Azhar menggelar salat Idul Adha hari ini.

Dia mengatakan, pertama kalinya masjid Al Azhar berbeda dengan pemerintah dalam pelaksanaan Hari Raya Idul Adha.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Pesantren Islam Al Azhar, Jimly Asshiddiqie, menjelaskan alasan Masjid Al Azhar menggelar salat Idul Adha hari ini.

"Ya jadi alhamdulillah, kami sudah selesai melaksanakan salat sunah Idul Adha di Al Azhar dan meskipun pemerintah dan ormas terbesar kami Muhammadiyah, NU tetap menyelenggarakan besok sesuai dengan kalender yang sudah dicetak. Kami saling hormati itu masing-masing ada landasan ijtihadnya sendiri-sendiri," kata Jimly usai salat Id di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan, Selasa (21/8/2018).
zhar Jaksel

"Tapi Al Azhar dari dulu selalu sama dengan apa yang diputuskan oleh ulil amri oleh pemerintah. Tapi tahun ini beda, mengapa beda? Karena ujurannya adalah haji itu arafah, arafah itu sudah kemarin wukufnya, nah kalau dulu ada ijtihad para ulama, makin luas jumlah orang Islam wilayah kaum muslimin, maka boleh kata rasulullah mempertimbangkan matla' (zona) yang membuat penentuan kalender itu beda-beda antar wilayah, tapi itu boleh bukan harus," sambungnya.

Jimly menjelaskan matla' diperlukan karena jarak dimana belum ada teknologi. Tapi, menurutnya, penentuan Idul Adha juga bisa dipersatukan dengan kesepakatan.

"Jadi biasanya di Indonesia ini ada lima hari perbedannya itu, nah ini bisa di persatukan kalau kami sepakat dengan kiblat yang sama. Metode hisab, metode rukyiat tetap dipakai tapi karena sudah ada GPS itu cukup kami tentukan ukurannya di Mekah. Nah kalau di Mekah itu sudah, ya tentu kami hari ini karena kan bedanya hanya 4 jam saja," tuturnya.

Meski berbeda dengan pemerintah, dia menegaskan untuk saling menghormati. Menurutnya, meski ada perbedaan, penetepan Idul Adha tetap diputuskan secara Islami.

"Nah jadi Al Azhar dari dulu begitu cara pandangnya tentang kalender Islam. Maka kita berkeyakinan yang hari ini lebih tepat. Walau pun kami harus menghormati keyakinan kaum muslimin yang berbeda pandangan tetap akan salat besok," katanya.

Salat Id di Masjid Al-Azhar juga diikuti oleh Ustaz Felix Siauw. Dia juga ikut merayakan Idul Adha hari ini mengacu pada wukuf di Mekah yang jatuh Senin 20 Agustus 2018 kemarin.

"Saya ambil bahwa penentuan awal dan akhir khusus untuk dzulhijjah yang lebih kuat adalah syarif Mekah karena di sana terjadi wukuf. Tapi kalau ada teman-teman yang melaksanakan pada esok hari itu pun ada pendapat Islami akhirnya tidak perlu dipermasahkan karena itu masih pendapat Islami. Saya pikir persatuan memang ada perbedaan, walau berbeda kita bisa bersatu," jelas Felix.

Sementara itu, dalam ceramah di Masjid Al-Azhar, KH Mahfudh Makmum selaku khatib menceritakan sejarah Idul Adha.  "Setelah Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah SWT agar menyembelih puteranya melalui mimpinya, beliau pun tunduk pasrah lahir dan batin," kata Mahfudh dalam ceramahnya.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat