Kamis, 01 Oktober 2026 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
 
 
☰ Sosial Budaya
Haru, Ini Alasan Imam Masjid yang Bertahan Salat saat Gempa
Selasa, 07 Agustus 2018 - 08:25:23 WIB

SULUHRIAU- Linimasa dunia maya ramai memviralkan sebuah video yang merekam gambar seorang imam masjid yang tetap bertahan saat gempa mengguncang Lombok, Bali, dan Sumbawa dengan kekuatan hingga 7 Skala Richter.

Imam tersebut terus menjaga salatnya dan tak putus melantunkan ayat kursi sementara tubuhnya bergoyang kencang.

Dilaporkan tvOne, masjid tempat Imam tersebut adalah masjid As Syuhada dan berlokasi di Denpasar, Bali. Menurut kesaksian Pungkasandi Putra alias Ipung, seorang jemaah sekaligus pengurus masjid As Syuhada, Imam yang menjadi perbincangan dunia maya bernama Syekh Arafat.

Ia berasal dari negara Yaman, dan saat gempa terjadi imam masjid sedang memimpin salat Maghrib. Ipung mengaku, rekaman memang dilakukan oleh pengurus masjid untuk mengabadikan suara imam yang indah dan merdu.

"Kami memang sudah berniat merekam beliau, karena beliau memiliki suara yang indah dan merdu. Dan setiap memimpin salat, kami menyukai suaranya, dan ingin orang lain juga mendengar dan bisa menikmati suara beliau. Makanya kami rekam," ujar Ipung, Selasa, (7/8/2018).

Ia mengatakan, mengambil gambar saat Imam Syekh Arafat sedang memimpin salat itu dilakukan untuk live di Facebook.

Ipung mengaku tidak berencana macam-macam, dan juga tidak menyangka akan terjadi gempa. Ia hanya ingin membagi kepada orang lain soal lantunan merdu suara Syekh Arafat. "Saat gempa terjadi saya berada di belakang mimbar, saya juga ikut berjemaah," ujarnya.

Saat ini, lanjut Ipung, Syekh Arafat memilih tidak mau bertemu dengan media. Ia khawatir akan ada terselip riya jika ia berbicara pada media.
 
Ipung mengaku sempat berbincang dengan Syekh Arafat saat gempa berhenti dan salat selesai dilakukan. Ia bertanya mengapa Syekh Arafat tetap melanjutkan salat dan tak melarikan diri ketika gempa mengguncang dengan kuat.

"Syekh bilang, sebagai Muslim kita wajib menyerahkan nyawa kita pada Allah SWT. Dan saat itu ia adalah Imam sehingga wajib mempertahankan salatnya hingga selesai. Menurut Syekh Arafat, gempa ini tidak seberapa jika dibandingkan kepanikan kita di Yaumil Akhir nanti," tutur Ipung. 

Imam juga secara spontan melantunkan ayat kursi dan mengulang kalimat pertama di ayat kursi karena mengagungkan kebesaran Allah yang ditunjukkan melalui gempa bumi.

Masjid As Syuhada tidak mengalami kerusakan berat meski gempa cukup kuat menggoyang. Hanya bagian lantai masjid yang mengalami retak-retak.

Ipung mengatakan untuk sementara lantai masjid akan disemen untuk menutup keramik-keramik tajam yang retak dan rusak di bagian lantai.

Sumber: Viva.co.id | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    02 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    03 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    04 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    05 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    06 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    07 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    08 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    09 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    10 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    11 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    12 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    13 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    14 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    15 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    16 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    17 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    18 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    19 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    20 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    21 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    22 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat