Terkait Demo Mahasiswa UIN Suska Riau
IPNU Pekanbaru: Mars Diminta Rektor Dinyanyikan Saat PBAK Bukan Mars NU
Senin, 30 Juli 2018 - 07:04:34 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Ketua PC IPNU (Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) Pekanbaru Saddam Orbusti Ritonga menanggapi soal demo mahasiswa UIN Suska Riau terhadap Rektor Jum'at yang lalu (27/07/2018) lalu.
Prihal yang ditanggapi IPNU Pekanbaru ini, terkait anggapan mahasiswa bahwa demo pada rektor UIN Prof Dr KH Akhmad Mujahidin, M.Ag pada acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Riau dikarenakan mereka menganggap rektor tidak independen karena pada satu hari sebelumnya rektor mengizinkan adanya mars ormas (organisasi kemasyarakatan) tertentu masuk kedalam kampus.
Mahasiswa menggap mars itu adalah mars Yalal Wathan (mars Nahdlatul Ulama-red).
Saddam mengatakan, mars itu bukan mars NU. Menurutnya, salah jika BEM UIN Suska menganggap itu adalah mars NU. "Rekan-rekan BEM itu saya pikir salah kalau mengatakan itu (mars Yalal Wathan, red) sebagai mars NU. Itu bukan mars NU,"kata Saddam melalui rilis diterima media ini Ahad, (29/07/2018).
Mahasiswa S2 Ilmu Pemerintahan di kampus UIR ini menambahkan, bahwa mars Yalal Wathan itu bisa diartikan sebagai mars kebangsaan atau mars nasionalisme. Kalau mars NU itu ada sendiri.
Ia juga mengatakan, rekan-rekan BEM itu perlu mencari kebenaran terlebih dahulu sebelum bertindak.
"Menurut saya, rekan-rekan BEM itu perlu lah untuk mencari kebenaran dulu. Kalau istilah kitanya sih mereka harus Tabayyun dululah. Sehingga tidak salah tuntutannya.
Kemudian Saddam juga berharap agar selain mereka (BEM UIN) melakukan Tabayyun, mesti mengakhiri tuntutannya.
"Saya berharap, tentunya selain melakukan Tabayyun, mereka juga harus segera menghentikan tuntutan mereka. Jangan biarkan kegagalan dalam memaknai sesuatu itu berlarut-larut menggerogoti kekuatan UIN sebagai sebuah lembaga. Ini kan akan merugikan," pungkasnya.
Seperti diberitakan, BEM UIN Riau melakukan aksi demo ditujukan kepada rektor yang baru saja dilantik, Prof Ahmad Mujahidin, Jumat (27/07/2018) di kampus Madani Jalan HR Soebrantas.
Aksi ini terjadi karena mahasiswa menolak adanya tindak kekerasan dan juga mempermasalahkan adanya nyanyian mars Nahdlatul Ulama (NU).
[Jan, rls]
Komentar Anda :