Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Peristiwa
Langka, Orang Utan Ini Melahirkan Bayi Kembar
Kamis, 12 Juli 2018 - 16:08:00 WIB
Seekor induk orang utan terlihat bersama dua bayi kembarnya di Hutan Batang Toru, Sumatra Utara. [Photo :Dokumentasi SOCP]

SULUHRIAU- Peristiwa langka terjadi di kawasan Hutan Batang Toru yang meliputi Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara, Sumatra Utara.

Seekor orang utan betina dilaporkan melahirkan dua bayi kembar di atas pohon besar di hutan itu.

Tim konservasi orang utan Sumatra atau SOCP menemukan primata yang melahirkan anak kembar itu kira-kira satu kilometer di sebelah barat laut pos. Tim masih memantau perkembangan kedua bayi orang utan untuk memastikan semua sehat.

"Kami melihat ibu orang utan Tapanuli dengan dua bayi pada saat yang bersamaan terasa sangat menakjubkan. Si kembar tampak sangat mirip dan berukuran hampir sama, tetapi salah satunya cukup berani, sementara yang lainnya tampak sangat pemalu dan selalu ingin dekat dengan ibunya," kata Andayani Oerta G, anggota tim Pemantau SOCP, kepada wartawan di Medan pada Kamis, (12/7/2018).

Tim tak lama mengamati si induk dengan bayi kembarnya itu, kira-kira pada pukul 14.30 WIB, namun hampir satu jam kemudian si induk pergi bersama anak-anaknya. Mereka tampak di atas pohon setinggi 15 meter.

"Ketika si ibu (induk) mulai pindah dengan bayi yang menempel di setiap sisi, akan sangat menarik untuk melihat bagaimana ibu ini melahirkan si kembar. Sejauh ini dia terlihat melakukan pekerjaan luar biasa," katanya.

SOCP terus memantau perkembangan kesehatan dua bayi orang utan Tapanuli atau disebut dengan ?Pongo Tapanuliensis itu.

Orang utan Tapanuli atau disebut dengan Pongo Tapanuliensis menunjukkan aktivitas perkembangbiakkan orangutan Tapanuli dengan kondisi usia bayi kembar orangutan, masih dilakukan penelitian kembali. Berdasarkan catatan, ditemukan hanya satu peristiwa serupa pada orang utan di Indonesia.

"Saya segera memeriksa catatan untuk kelahiran kembar pada orang utan dan kera besar lainnya dan hanya menemukan satu catatan sebelumnya dari kelahiran kembar orang utan liar Kalimantan, tidak ada orang utan Sumatera, apalagi orang utan Tapanuli," kata Kepala Unit Pemantauan Keanekaragaman Hayati SOCP, Matius Nowak.

"Kelahiran kembar memang terjadi pada hewan penangkaran, tetapi bahkan jika ini terjadi di alam liar. Kurangnya pengamatan akan menunjukkan bahwa sangat jarang bagi kedua bayi untuk bertahan hidup," kata Matius.

Sumber: Viva.co.id | Editor: Jandri



 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat