Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Pendidikan
PPDB 2018
Tim Survei SMAN 1 Datangi Rumah Calon Siswa ber-SKTM, Hasilnya Mengejutkan
Sabtu, 07 Juli 2018 - 14:23:02 WIB

SULUHRIAU- Tim survei SMA Negeri 1 Brebes, Jawa Tengah, mendatangi rumah-rumah calon siswa pemegang Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Hasil penelusuran ini cukup mengejutkan, karena tidak sedikit dari pemegang surat miskin ini ternyata adalah keluarga kaya.

Ketua panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDP) SMA Negeri 1 Brebes, Leksito Rini, memaparkakan, menyikapi banyaknya calon siswa yang melampirkan SKTM saat mendaftar sekolah, panitia telah melakukan survei langsung ke rumah-rumah pemegang surat keterangan miskin tersebut.

Tim Datangi Rumah Calon Siswa ber-SKTM, Hasilnya MengejutkanSeperti ini kondisi ruang tamu keluarga yang mengaku miskin (Foto: Imam Suripto/detikcom)

Dijelaskan lebih lanjut, selama pendaftaran calon siswa, ada 78 anak yang melampirkan SKTM untuk jurusan pilihan MIPA dan 50 anak dari jurusan pilihan IPS. Banyaknya calon murid yang melampirkan SKTM ini dirasa cukup janggal. Ada indikasi SKTM ini dilampirkan agar mereka mendapat prioritas diterima di sekolah.

"Memang aturannya pemegang SKTM yang memiliki nilai nimimal 24 mendapat prioritas diterima. Agar SKTM ini tidak disalahgunakan kami membentuk tim survei. Tim ini langsung bekerja mendatangi rumah rumah keluarga calon siswa," ujar Leksito Rini saat ditemui, Sabtu (7/7/2018) pagi.

Hasil dari penelusuran ini cukup mengejutkan pihak panitia. Tidak sedikit dari pemegang SKTM justru dari keluarga kaya. Dia menyontohkan, ada calon siswa yang rumahnya cukup mewah dan anak dari juragan warteg di Jakarta. Ada pula anak dari pedagang bawang dan bahkan memiliki mobil pribadi.

"Semua kami dokumentasikan. Bisa dilihat rumah-rumah mereka yang mengaku miskin. Selain rumah bagus dan berkeramik, perabotan di dalamnya juga mewah. Ada mebel ukir dan sofa mewah, memiliki motor lebih dari satu," ungkap dia.
Tim Datangi Rumah Calon Siswa ber-SKTM, Hasilnya MengejutkanMegah dan mewah di kampungnya (Foto: Imam Suripto/detikcom)

Dalam melakukan survei ini, imbuh Leksito Rini, tim membuat parameter umum keluarga miskin. Antara lain keluarga dianggap miskin bila berlantai tanah, tidak memiliki kendaraan dan alat elektronik, bangunan rumah semi permanen, serta listrik maksimal 900 watt.

Setelah dilakukan survei, PPDP akhirnya menganulir puluhan SKTM. Dari 78 SKTM calon siswa MIPA dicoret sebanyak 37 hingga tersisa 41 anak. Jurusan IPS semula ada 50 setelah disurvey dicoret 29 dan tersisa 21 orang.

Sumber: detik.com |Editor: Jandri



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat