Kamis, 01 Oktober 2026 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
 
 
☰ Pendidikan
Sebelumnya di SMPN 021,
Anak tak Diterima SMPN 42, Warga Datangi Sekolah
Jumat, 06 Juli 2018 - 16:57:53 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Puluhan orangtua calon siswa mendatangi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 42 Pekanbaru di Jalan Datuk Tunggul, Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Jumat (6/7/2018).

Kedatangan para orangtua calon siswa itu rata-rata adalah warga yang bertempat tinggal di sekitar SMPN 42 Pekanbaru.

"Kami ke sini protes, masa warga tempatan yang tidak lulus. Padahal kami termasuk yang tidak mampu," keluh Heri, salah seorang wali murid yang anaknya tidak diterima di sekolah tersebut.

Menanggapi hal tersebut, ketua RT setempat di sekitar lingkungan SMPN 42 Pekanbaru, Dedy mengatakan solusi yang diambil bersama pihak sekolah ialah pengusulan penambahan lokal atau kelas.

"Kami selaku Ketua RT dan RW sudah mengusulkan penambahan kelas dan lokal. Kalau terpenuhi kan anak tempatan yang enggak lulus tadi bisa diterima, ini akan kita teruskan ke Dinas Pendidikan" cakapnya.

Seperti yang diketahui bersama, pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP se Pekanbaru telah dilakukan Kamis lalu.

Khusus tahun ini, SMPN di Pekanbaru menerima siswa baru melalui beberapa jalur. Diantaranya jalur zonasi, jalur luar kota, jalur prestasi, dan jalur kurang mampu.

Akibat penerapan sistem PPDB ini menyebabkan anak-anak yang berdomisili sekitar sekolah sebagian tidak lulus.

Sebelumnya protes orangtua siswa juga terjadi di SMPN 21 Kelurahan Sidomulyo Timur Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru, Kamis kemarin. Kedatangan seratusan warga ini memprotes pihak sekolah yang tidak menerima anak tempatan di sekolah tersebut.

"Saya heran kenapa hampir semua anak sekitar sekolah tidak ada yang masuk SMPN 021. Semua yang diterima hampir anak luar. Kalau tahun tahun sebelumnya anak di sini banyak diterima," keluh Alex perwakilan warga.

Dia menjelaskan bahwa seharusnya warga tempatan didahulukan dibanding warga lain. Banyak hal yang menjadi pertimbangan pihak sekolah mengapa harus warga tempatan yang terima.

"Setahu kita peraturan pemerintah mengapa harus warga terdekat, pertama untuk mengurangi kecelakaan, untuk mengurangi kemacetan. Kemudian agar biaya jangan berat, misalnya tranportasi. Kalau sudah dekat tidak perlu mengantar jemput ke sekolah," keluh Alex yang rumahnya bersebelahan dengan SMPN 21 Pekanbaru.

Sementara itu Ketua RT 03 Kelurahan Sidomulyo Timur Bangun Sitepu mengatakan bahwa warga banyak tidak mengetahui sistem zonasi. Karena selama ini warganya banyak diterima bila sekolahnya dekat rumah.

"Mana tahu warga (tentang) zonasi, setahu saya warga tempatan mendapat porsi untuk bisa bersekolah tempat tinggal mereka. Pemko Pekanbaru harusnya memperhatikan warga tempatan," cakap Bangun.

Sementara itu Kepala SMP 021 Asmar mengatakan banyaknya warga tempatan yang diterima karena semuanya berdasarkan nilai. Hal itu berdasarkan keputusan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

"Semua yang diterima berdasarkan nilai. Di sekolah kita yang lulus 192 siswa. Nilai yang terendah 229,90 yang tertinggi 274. Jadi semua berdasarkan nilai," ujarnya dihadapan warga.

Terkait permasalahan warga sekitaran sekolah, Asmar mengaku tidak bisa berbuat banyak karena semua sekarang berdasarkan nilai dan zonasi.

"Namun demikian nanti saya akan sampaikan keluhan warga ini ke Dinas Pendidikan. Mana tahu ada solusinya seperti pakai pagi dan sore," pungkasnya. [ckl,jan]





 
Berita Lainnya :
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    02 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    03 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    04 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    05 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    06 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    07 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    08 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    09 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    10 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    11 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    12 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    13 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    14 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    15 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    16 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    17 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    18 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    19 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    20 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    21 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    22 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat