Habib Rizieq Masih Kumpulkan Informasi soal TGB Dukung Jokowi
Jumat, 06 Juli 2018 - 16:29:37 WIB
SULUHRIAU- Muhammad Zainul Majdi atau yang bisa disapa Tuan Guru Bajang (TGB)-salah satu nama yang masuk rekomendasi capres dalam Rakornas PA 212--menyatakan mendukung Jokowi.
Habib Rizieq Syihab sampai saat ini masih mendalami informasi mengenai dukungan TGB untuk Jokowi ini.
"Mengenai TGB ini, saya sudah berkomunikasi dengan Habib Rizieq. Habib belum ada komentar soal ini, karena dia ingin menghimpun informasi dulu. Informasi yang utuh," ujar penasihat PA 212 sekaligus pengacara Habib Rizieq, Kapitra Ampera, dalam perbincangan, Jumat (6/7/2018).
Menurut Kapitra, sikap Habib Rizieq yang belum mau berkomentar ini cukup tepat. Sebab, sambung Kapitra, nantinya siapa pun nama yang akan direkomendasikan oleh GNPF dan PA 212 akan ditentukan dalam ijtimak ulama.
"Pertemuan ulama ini dilakukan pada bulan Juli dan memang Habib Rizieq diharapkan untuk datang dan membuka langsung. Di situ ditentukan siapa yang akan direkomendasikan untuk menjadi capres," kata Kapitra.
TGB Dulu Timses Prabowo
Seperti diketahui, TGH Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) pada Pilpres 2014 silam, justru mendukung Prabowo.
Sang Gubernur TGB ketika itu justru melaporkan peta politik di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014.
Kepada Presiden, TGB melaporkan bahwa pada 2014 dia menjadi ketua tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, yang tak lain adalah lawan Jokowi di pilpres.
"Saya dulu ketua tim pemenangan Prabowo di NTB 2014. Ketika Pak Jokowi datang pertama kali kunker, itu yang pertama kali saya sampaikan kepada Presiden. Bahwa saya adalah ketua tim pemenangan Prabowo di daerah ini saat pemilu," kata TGB seperti dilansir detikcom.
Mendapat laporan tersebut, kata TGB, Jokowi hanya tertawa. Padahal di bawah kendali TGB, tim pemenangan Prabowo-Hatta memetik kemenangan. Di NTB, duet Prabowo-Hatta menang telak dengan perolehan 1.844.178 suara (72,45%). Adapun Jokowi, yang berpasangan dengan Jusuf Kalla, hanya memperoleh 701.238 suara (27,54%).
Pada 2014, total jumlah pemilih di NTB sebanyak 2.545.416, dengan jumlah DPT 3.522.679. Warga yang memberikan hak pilih sebanyak 2.569.997 atau 71,79 persen. Sedangkan warga yang tidak memberikan hak pilih berjumlah 1.009.562 jiwa.
Meski menderita kekalahan telak di NTB, Jokowi rupanya memberikan perhatian lebih untuk provinsi seluas 18.572,32 kilometer persegi itu. Dalam catatan detikcom, selama menjabat, Presiden Jokowi sudah tujuh kali ke NTB.
Editor: Yas | Sumber: detik.com
Komentar Anda :