Minggu, 22 September 2024 HUT Ke-79 RI, Pj Gubernur Riau Harap Jadi Pembangkit Semangat Kebangsaan | Solusi Tuntaskan Stunting, Pemrov Riau Jamin Ketersediaan Air Bersih dan Sanitasi yang Baik Bagi Warga | Sekdaprov Riau SF Hariyanto Resmikan Jembatan Limau Manis di Kampar, Warga Ucapkan Terima Kasih | Pj Gubri Rahman Hadi sampaikan Sejumlah Poin Jadi Fokus Perhatian Pembangunan di Riau | Pemprov Riau Siapkan Hadiah Ratusan Juta Rupiah untuk Pacu Jalur Tepian Narosa Kuansing | Pemprov Riau Terima Penghargaan Paritrana Award 2024 Provinsi Terbaik Coverage Zona Sumatera
 
 
☰ Pendidikan
Siswa SMP Bunuh Diri karena Sistem Zonasi, Ini Kata Mendikbud
Rabu, 30 Mei 2018 - 22:47:17 WIB

SULUHRIAU- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan alasan pelajar SMP di Blitar bunuh diri tak hanya karena sistem zonasi sekolah.

Muhadjir mengaku telah menelepon Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar untuk mengecek kejadian itu.

"Saya sudah menghubungi Kepala Dinas Kota Blitar. Sudah saya mintai keterangan yang cukup tentang kasus itu. Tentu saja berdasarkan keterangan Kepala Dinas, kasusnya tidak tunggal seperti itu. Jadi ada beberapa masalah yang menyertai sehingga kejadian itu terjadi," kata Muhadjir di Gedung A, kantor Kemendikbud, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (30/5/2018).

Meski begitu, Muhadjir tak menampik ketakutan tak diterima di SMAN 1 Blitar, menjadi salah satu faktor pemicu EP mengakhiri hidupnya. Terkait hal itu, Muhadjir menyebut EP kurang mendapatkan informasi mengenai sistem zonasi.

"Memang salah satunya faktor dia tidak akan bisa masuk di sekolah yang menjadi cita-cita yang bersangkutan. Tapi itu sebenarnya juga kurangnya informasi yang diperolah yang bersangkutan, baik dari pihak sekolah maupun pihak keluarga," terang Muhadjir.

"Sebetulnya mengingat yang bersangkutan walapun siswa dari luar zona, tetapi dia SMP-nya di SMP wilayah zona itu. Dalam peraturan menteri yang dikeluarkan Dirjen Dikdasmen, itukan zonasi itu masih diberi celah. Dari luar zonasi masih bisa masuk sekitar 10 persen. Sebetulnya kalau dia tahu berita, info yang lengkap, saya kira tidak akan sampai terjadi seperti itu," sambungnya.

Muhadjir enggak menerangkan rinci masalah apa saja yang membuat EP nekat bunuh diri. Namun, dia menyoroti jika EP selama ini hidup terpisah dari keluarganya, dan tinggal di indekos.

"Ada beberapa masalah yang menyertai. Anak ini tidak tinggal dengan orang tuanya. Dia kost. Dia selama sekolah, kost. Bayangkan anak SMP sudah pisah dengan orang tua. Tapi saya tidak mau masuk ke masalah itunya," jelasnya.

Muhadjir pun kembali menyayangkan keterbatasan pengetahuan EP tentang sistem zonasi. Apalagi berdasarkan info Kepala Dinas Kota Blitar, menuturkan EP adalah siswa berprestasi dan peserta olimpiade.

"Intinya sebeulnya jika yang bersangkutan mendapat informasi yang cukup, dia tidak akan sampai itu. Karena anak ini prestasinya bagus dan ikut olimpiade. Itu cukup jadi dasar kalau yang bersangkutan diterima di sekolah yang ada di zona itu," tutur Muhadjir.

Berkaca dari kasus ini, Muhadjir berharap pihak sekolah dan orang tua benar-benar memberikan bimbingan dengan baik kepada anak-anak. Muhadjir menegaskan jangan sampai anak mengambil keputusan sendiri atas masa depannya.

"Untuk siswa SMP dan SD, saya mohon bimbingan dari sekolah dan dari orang tua harus betul-betul berjalan dengan baik. Jangan biarkan anak mengambil keputusan sendiri tanpa bimbingan, arahan dari sekolah dan orang tua," ucap dia.

"Termasuk penjelasan tentang sistem zonasi, kebijakan baru bahwa nanti ke depan tidak ada skolah favorit dan bukan favorit. Ke depan semua harus jadi sekolah favorit. Dalam waktu tidak lama ini akan dilakukan pemerataan, semua sekolah menjadi favorit," pungkasnya.

Sumber: detik.com | Editor : Jandri



 
Berita Lainnya :
  • Jelang Masa Akhir Tahapan Pemilu 2024, KPU Riau Gelar FGD Penyusunan Laporan Evaluasi
  • Pastikan Keamanan Penetapan Paslon Bupati-Wabup, Kapolres Kampar Cek Kesiapan di KPU
  • Dua Alumni SMA Olahraga Riau Atlet Ski Air Sabet 1 Emas dan 1 Perak di PON 2024
  • Bupati NatunaTerima Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2024 dari tvOne
  • Sebanyak 24 Pemilik Sasana Tinju di Kota Pekanbaru Dukung Edy-Bibra
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Jelang Masa Akhir Tahapan Pemilu 2024, KPU Riau Gelar FGD Penyusunan Laporan Evaluasi
    02 Pastikan Keamanan Penetapan Paslon Bupati-Wabup, Kapolres Kampar Cek Kesiapan di KPU
    03 Dua Alumni SMA Olahraga Riau Atlet Ski Air Sabet 1 Emas dan 1 Perak di PON 2024
    04 Bupati NatunaTerima Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2024 dari tvOne
    05 Sebanyak 24 Pemilik Sasana Tinju di Kota Pekanbaru Dukung Edy-Bibra
    06 Sadis, Pelaku Sekap Gadis Penjual Goreng dengan Mulut Tertutup Dibawa ke Atas Bukit, Diperkosa dan Dikubur
    07 Dimangsa, Kepala Kakek 68 Tahun di Rohil Ditemukan Dalam Perut Buaya
    08 Kapolda Apresiasi Cipayung Plus Riau Dukung Pilkada Damai-Gembira 2024
    09 Disergap Satnarkoba Polres Kampar, Warga Muara Jalai tidak Berkutik
    10 Bersama Personil TNI, Lapas KLS IIB Pasir Pengaraian Lakukan Perawatan Senjata Api
    11 Gedung Tiga Dinas di Komplek Perkantoran Pemko Pekanbaru Tenayan Raya Terbakar Hebat
    12 Tim Formatur Hasil Kongres II SMSI Rampungkan Penyusunan Kepengurusan Periode 2024-2029
    13 Kapolres Kampar Gelar Coffee Morning dengan KPU-Bawaslu serta Papaslon Bupati- Wakil Bupati Kampar
    14 Solusi Tuntaskan Stunting, Pemrov Riau Jamin Ketersediaan Air Bersih dan Sanitasi yang Baik Bagi Warga
    15 Hafit Syukri: Pasangan Indah Sangat Cocok Pimpin Rohul
    16 KPU Kampar Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan DPT Pilkada Serentak 2024
    17 Hukum Bank ASI Dalam Presfektif Hukum Islam
    18 11 Hari Pelarian, Pelaku Pembunuhan Gadis Penjual Goreng Akhirnya Ditangkap dan Digelandang Polisi
    19 KPU Kampar Gelar Rakor Persiapan Tahapan Kampanye dan Dana Kampanye Pilkada 2024
    20 DPRD Riau Periode 2024-2025 Bentuk 8 Fraksi, PPP dan PAN Bergabung
    21 HPN Tahun 2025 Ditetapkan di Provinsi Riau
    22 FKUB Pekanbaru Sambut Hangat Silaturrahmi Bapaslon Wako-Wawako IDAMAN
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat