Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Peristiwa
Pemprov Papua ke Meranti Belajar Pengembangan Sagu
Selasa, 10 April 2018 - 19:52:17 WIB

SULUHRIAU, Meranti- Keberhasil Kabupaten Kepulauan Meranti mengembangkan Sagu, membawa Pemerintah Provinsi Papua untuk melakukan studi pengembangan Sagu di Meranti.

Rombongan dari Pemrov Papua ini dipimpin Ketua Badan Penelitian dan Pengambangan Provinsi Papua Omah Laduani, Selasa (10/4/2018).

"Setelah lama mencari daerah yang berhasil mengembangkan Sagunya, akhirnya kami menemukan Meranti, semoga ilmu yang kami dapat disini dapat ditiru di Papua," ujar Kepala Balitbang Papua Omah Laduani.

Kedatangan Pemprov Papua juga membawa beberapa Pemerintah Kabupaten yakni Kabupaten Mimika, Mapi, Jayapura dan Kabupaten Kerom.

Seperti disampaikan, Kepala Balitbang Papua Omah Laduani, kedatangan dirinya dan rombongan setelah mengetahui keberhasilan Meranti mengembangkan Sagu, melalui penerapan berbagai inovasi dan terobosan sehingga berhasil meningkatkan produksi Sagu berkualitas premium, seperti diketahui 90 persen kebutuhan Sagu Nasional dipasok dari Meranti, dan hasil produksi Sagu Meranti selain untuk mencukupi kebutuhan lokal juga diekspor ke Manca Negara seperti ke Jepang.

Di Papua sendiri, lebih jauh dijelaskan Omah Laduani, terdapat lahan Sagu seluas 2.1 Juta Ha, namun sayangnya belum terkelola secara maksimal hal ini disebabkan karena beberapa faktor salah satunya belum adanya industri hilir yang mampu mengolah Sagu menjadi berbagai produk.

"Masalah yang di hadapi Papua, belum ada industri hilirisasi untuk menangani Sagu, tidak seperti di Meranti yang telah berhasil mengolahnya menjadi 364 kuliner Sagu," jelas Omah Laduani.

Agar Papua juga sukses mengembangkan Sagu seperti di Meranti, Omah Laduani sangat berharap terjadi sharing informasi antara Pemerintah Papua, beserta rombongan petani dan peneliti dengan Pemerintah Daerah setempat beserta petani dan pendamping yang berkecimpung dalam pengembangan Sagu Meranti.

"Dalam kunjungan kami selama 3 hari kedepan, kami berharap dapat masukan dari Pemda dan penyuluh dalam rangka mengembangkan potensi Sagu di Papua," harapnya.

Menyikapi hal itu, Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si bersama jajaran, mengaku siap sharing pengetahuan dalam mendukung pengembangan Sagu di Papua. Diakuinya dalam pengembangan Sagu di Meranti penuh lika liku. Diceritakan Irwan, saat dirinya berupaya mengangkat Sagu di forum Nasional, ia mendapat tantangan dari berbagai pihak yang menilai Sagu hanya bisa dijadikan pakan ternak namun berkat kegigihan orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu, akhirnya Sagu dapat diterima secara Nasional bahkan saat ini telah diekspor ke pasar Asia yakni Jepang.

Lebih jauh diceritakan Bupati, dalam mengembang Sagu di Meranti, Pemda Meranti dibantu oleh perusahan berskala besar yakni PT. Nasional Sagu Prima (NSP), salah satu Grup Sampoena Agro. Dari 53 ribu Ha lahan Sagu yang ada di Meranti sebanyak 14 ribu Ha merupakan milik PT. NSP yang mampu menghasilkan produksi Sagu sebanyak 21 ribu Ton pertahun. Dari total keseluruhan 250 ribu Tin Pertahun.

Sisanya sebanyak 39 ribu Ha merupakan lahan Sagu rakyat, yang ditanam, dikelola dan diproduksi langsung oleh masyarakat.

Oleh karena itu selain didukung oleh PT. NSP dalam hal pengembangan Sagu, Pemda juga didukung oleh masyarakat yang sudah sangat terbiasa bertani Sagu, dalam hal ini Pemda hanya berperan sebagai penyedia bibit unggul, penguatan SDM dan mempromosikan Sagu Meranti agar dikenal ditingkat Nasional dan Internasioal. Seperti melakukan pameran besar Sagu di Senayan Jakarta, tahun 2015 lalu.

Di Meranti, dijelaskan Bupati, dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan peningkatan taraf ekonominya, selain dikelola oleh PT. NSP juga dikelola oleh masyarakat, sedikitnya 67 kilang Sagu berskala menengah merupakan milik masyarakat, kilang itu dikelola oleh sebuah koperasi yang memfasilitasi soal pemasaran Sagu. Selain itu juga ada kilang Sagu berskala kecil yang dibina oleh perusahaan besar.

Dalam mengembangkan Sagu di Indonesia khususnya Kepulauan Meranti, tak berhenti sampai disitu, Wakil Ketua APKASI Bidang Keuangan Daerah itu juga menginisator terbentuknya Forum Komunikasi Kabupaten Penghasil Sagu Indonesia (FOKUS KAPASSINDO), dimana dirinya dinobatkan sebagai Ketua. I berharap dengan terberuknua Fokus Kapassindo ini dapat mendorong memajukan persaguan Nasional sebagai pendukung dan penyangga sumber pangan dan energi alternatif yang mampu memperkuat kedaulatan pangan dan energi nasional. Selain itu juga mendorong Sagu masuk kedalam program strategis prioritas Nasional.

Sementara itu Kepala Bappeda H. Makmun Murod, dalam sharing informasinya mengatakan, tanaman Sagu di Meranti tumbuh dengan subur, hal itu sangat dipengaruhi oleh kondisi alam di Meranti yang 80 persennya Gambut yang lembab dan basah, ekosistem ini sangat sesuai dengan habitat Sagu.

Terkait pengelolaan Sagu, mengaku telah berhasil memproduksi Sagu kedalam berbagai turunan, bekerjasama dengan IPB dan peneliti dari BPPT, pihaknya telah berhasil memproduksi Gula Cair, memanfaatkan limbah Sagu menjadi Pakan ternak dan mengolah Tepung Sagu menjadi beras Analog.

Untuk mensukseskan pengambangan Sagu menjadi berbagai turunan ini, Pemkab. Meranti melakukan berbagai strategis seperti penguatan SDM dengan menyekolahkan putra putri terbaik Meranti selama 3 tahun di IPB.

"Kita telah menyekolahkan anak Meranti selama 3 tahun khusus mempelajari Sagu di IPB Bogor," aku Murod.

Saat ini sebanyak 25 anak Meranti telah



 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat