Jumat, 02 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Peristiwa
Wujudkan Kedaulatan Pangan,
Bupati Meranti Terpilih Sebagai Ketua Fokus Kapassindo
Jumat, 06 April 2018 - 14:42:51 WIB

SULUHRIAU, Jakarta- Bupati Kepulauan Meranti Irwan M.Si terpilih sebagai Ketua Sementara Forum Komunikasi Kabupaten Penghasil Sagu Indonesia (Fokus Kapassindo).

Ia terpilih setelah dirinya menginisiatori terbentuknya forum tersebut saat menjadi Moderator dan memimpin Focus Grup Grup Discusion (FGD) Kabupaten penghasil Sagu di Indoensia, yang ditaja oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia, di Sekretariat APKASI, Gedung Sahid Sudirman Center, Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Kegiatan itu turut dihadiri oleh Pakar Otonomi Daerah Prof. Dr. Riyaas Rasyid yang juga Penasehat Khusus APKASI, Akademisi Peduli Sagu Prof. Bintoro yang juga penggagas Masyarakat Sagu Indonesia, Bupati Luwu Utara Hj. Indah Putri Indriani,S.IP,M,Si, Bupati Jaya Pura Mathias Awoitauw, SE, M,Si, Sekda Indragiri Hilir H.Said Syarifuddin, Kadis Ketahanan Pangan Prov Riau Darmansyah.

Sebagai Sekretaris Fokus Kapassindo dijabat Bupati Luwu Utara Hj. Indah Putri Indriani.
Ketua sementara Irwan M.Si, pembentukan forum ini adalah wujud nyata kepedulian dari APKASI dalam mendukung kedaulatan pangan Nasional, melalui pengembangan sumber pangan alternatif yakni Sagu.

"Semoga dengan adannya Fokus Kapassindo ini dapat mendorong memajukan persaguan Nasional sebagai pendukung dan penyangga sumber pangan dan energi alternatif yang mampu memperkuat kedaulatan pangan dan energi nasional," jelasnya.

Adapun Fokus Apkasi juga di inistori oleh 11 Kabupaten penghasil sagu di Indonesia yang tergabung dalam Fokus Kapassindo. adalah Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Lingga, Kabupaten Bupati Luwu Utara, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Jayapura , Kabupaten Nabire , Kabupaten Mimika, serta Kabupaten Serdang Bedagai.

Tugas pokok dari Fokus Kapassindo adalah bekerjasama dengan berbagai pihak dalam melakukan kegiatan penelitian, pengkajian, penerapan, Penguatan, pendampingan ,pengembangan dan promosi dalam upaya pengelolaan sagu yang berkelanjutan, sekaligus membangun dan menumbuh Kembangkan Kelembagaan sagu rakyat yang mandiri dan produktif, serta mensenerjikan dengan perusahaan sagu nasional agar persaguan Nasional mempunyai keunggulan dan daya saing di tingkat Internasional.

"Kita ingin bahan pangan alternatif Sagu ini lebih berkembang lagi, dan melalui FOKUS KAPASSINDO akan dilakukan berbagai kegiatan penelitian, pengkajian, pengolahan hingga promosi Sagu ditingkat Nasional dan Internasional sehingga memiliki keunggulan dan daya saing ditingkat Internasional," ujar Bupati Meranti.

Pernyataan Wakil Ketua APKASI Drs. H. Irwan M.Si itu bukan tidak mungkin, karena dari penjelasan pihak PT. Nasional Sagu Prima yang telah melakukan budidaya sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti. Bahwa sagu yang mereka kelola telah diolah menjadi tepung berkualitas premium dan telah di ekspor ke Jepang. Itu menandakan bahwa sagu dapat di terima masyarakat Internasional, hanya saja masih perlu mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Indonesia.

Sejauh ini menurut Irwan, Sagu belum termasuk sebagai Komoditas Perkebunan Strategis Nasional, kedepan dengan terbentuknya FOKUS KAPASSINDO dapat mendorong Sagu masuk kedalam program prioritas strategi Nasional, sebagai  alternatif pangan dan energi. Untuk memperkuat gebrakan organisasi itu, dalam waktu dekat FOKUS KAPASSINDO akan mengundnag 70 Kabupaten penghasil Sagu seluruh Indonesia untuk membicarakan langkah langkah yang akan ditempuh, sekaligus pembentukan pengurus defenitif FOKUS-KAPASSINDO.

Terkait Sagu yang akan didorong oleh FOKUS KAPASINDO menjadi sumber pangan alternatif  yang masuk program prioritas strategis Nasional, mendapat dukungan dari Akademisi dari UGM yang selalu konsen dengan Sagu, Prof. Bintoro, berdasarkan hasil uji coba dan penelitiannya, Sagu sebagai sumber Karbohidrat dan lainnya, sangat layak menjadi pangan alternatif pengganti beras. Bukan itu saja selain dapat menjadi pangan pokok alternatif, Sagu juga dapat diolah menjadi berbagai turunan yang mampu meningkatkan ekonomi masyatakat seperti gula cair dan berbentuk tepung, juga sebagai bahan bakar dan banyak lagi yang lainnya, maka dari pada itu, Bintoro menilai Sagu harus menjadi prioritas Pemerintah Indonesia.

Hal senada juga disampaikan mantan Menteri Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara zaman Presiden Gusdur, Prof Riyaas Rasyid yang saat ini menjadi khusus APKASI, menurutnya Sagu adalah potensi yang tersembunyi yang diberikan tuhan yang maha esa, yang harus diangkat Kembali kepermukaan sebagai kekuatan pangan di Indonesia, dan terbentuknya FOKUS KAPASSINDO, dinilai dapat mendorong suksesnya hal tersebut.

"Saya sangat mendukung terbentuk forum ini agar sagu juga di jadikan prioritas Nasional seperti halnya beras, jangung dan kedelai," ujarnya. [raf]




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat