Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Peristiwa
Usai Terkam Jumiati di Inhil, Harimau Bonita Jadi Lebih Buas dan Berbahaya
Selasa, 06 Maret 2018 - 10:17:48 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Harimau Sumatera yang diberi nama Bonita memangsa Jumiati Karyawati Eboni Estate PT THIP Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran di Indragiri Hilir (Inhil) Riau mengalami inhabituasi.

Mengapa perilaku aneh alias inhabituasi bisa terjadi?
Bonita, penamaan ini untuk menandai adanya dua ekor harimau yang berkeliaran di Kecamatan Pelangiran, Inhil. Satu ekor lagi diberi nama Boni.

Bonita inilah predator yang memangsa Jumiati pada 3 Januari 2018 lalu. Hingga kini, harimau itu belum bisa dievakuasi dari lokasi itu. Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau kini menurunkan tim medis. Fungsinya bila bertemu bonita akan dilakukan penembakan bius.

Bonita, kini mengalami inhabituasi yaitu prilaku menyimpang dari satwa liar. Perilaku menyimpang ini diperkirakan pasca Bonita menyerang Jumiati hingga tewas. Sebagian daging Jumiati di bagian lututnya disantap.

BACA JUGA:  Jumiati Karyawati PT THIP Inhil Tewas Diterkam Harimau

"Kami memperkirakan inhabituasi atau perilaku menyimpang ini dialami Bonita pasca menyerang Jumiati," kata Kepala Bidang I BBKSDA Riau, Mulyo Hutomo Selasa (6/3/2018).

Sebelum terjadi penyerangan yang menewaskan pekerja perkebunan sawit PT Tabung Haji Indo Plantations itu, Bonita masih dianggap berperilaku normal sebagai satwa buas. Namun, setelah harimau ini 'menyantap' korbannya, perilaku aneh mulai muncul.

Prilaku aneh itu, di antaranya Bonita menjadi terbiasa untuk berkeliaran di sekitaran rumah penduduk desa setempat. Harimau ini berkeliaran dari pagi hingga sore.

Beberapa kali, tim malam kepergok Bonita. Kadang harimau ini duduk di tepi jalan poros yang ada di sekitaran desa setempat. Bonita juga tidak menunjukan gelagat rasa takut untuk bertemu manusia. Kesannya, malah Bonita ini seperti ingin beradaptasi pada lingkungan manusia.

"Itulah perilaku aneh yang kita dapati di lapangan. Tentunya dengan inhabituasi itu, Bonita ini lebih berbahaya dari harimau liar yang masih normal perilakunya," kata Hutomo.

Harimau Bonita ini, sudah tidak lagi takut bila bertemu dengan manusia. Padahal dari kebiasaan yang ada, ada dua perilaku yang ditunjukan harimau liar bila berjumpa manusia.

"Normalnya, bila harimau bertemu atau kepergok manusia hanya ada dua kemungkinan yang akan terjadi. Pertama harimau langsung melakukan penyerangan bila bertemu manusia. Kedua, bila tidak menyerang, harimau akan segera menghindari manusia. Itulah prilaku normal dari harimau selama ini," kata Hutomo.

Kini pihak BBKSDA Riau terus berupaya untuk menemukan bonita yang masih berkeliaran di sekitaran rumah penduduk. Usai mengitari rumah penduduk, harimau ini masuk dalam kawasan hutan.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri



 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat