Jumat, 02 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Peristiwa
Usai Terkam Jumiati di Inhil, Harimau Bonita Jadi Lebih Buas dan Berbahaya
Selasa, 06 Maret 2018 - 10:17:48 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Harimau Sumatera yang diberi nama Bonita memangsa Jumiati Karyawati Eboni Estate PT THIP Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran di Indragiri Hilir (Inhil) Riau mengalami inhabituasi.

Mengapa perilaku aneh alias inhabituasi bisa terjadi?
Bonita, penamaan ini untuk menandai adanya dua ekor harimau yang berkeliaran di Kecamatan Pelangiran, Inhil. Satu ekor lagi diberi nama Boni.

Bonita inilah predator yang memangsa Jumiati pada 3 Januari 2018 lalu. Hingga kini, harimau itu belum bisa dievakuasi dari lokasi itu. Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau kini menurunkan tim medis. Fungsinya bila bertemu bonita akan dilakukan penembakan bius.

Bonita, kini mengalami inhabituasi yaitu prilaku menyimpang dari satwa liar. Perilaku menyimpang ini diperkirakan pasca Bonita menyerang Jumiati hingga tewas. Sebagian daging Jumiati di bagian lututnya disantap.

BACA JUGA:  Jumiati Karyawati PT THIP Inhil Tewas Diterkam Harimau

"Kami memperkirakan inhabituasi atau perilaku menyimpang ini dialami Bonita pasca menyerang Jumiati," kata Kepala Bidang I BBKSDA Riau, Mulyo Hutomo Selasa (6/3/2018).

Sebelum terjadi penyerangan yang menewaskan pekerja perkebunan sawit PT Tabung Haji Indo Plantations itu, Bonita masih dianggap berperilaku normal sebagai satwa buas. Namun, setelah harimau ini 'menyantap' korbannya, perilaku aneh mulai muncul.

Prilaku aneh itu, di antaranya Bonita menjadi terbiasa untuk berkeliaran di sekitaran rumah penduduk desa setempat. Harimau ini berkeliaran dari pagi hingga sore.

Beberapa kali, tim malam kepergok Bonita. Kadang harimau ini duduk di tepi jalan poros yang ada di sekitaran desa setempat. Bonita juga tidak menunjukan gelagat rasa takut untuk bertemu manusia. Kesannya, malah Bonita ini seperti ingin beradaptasi pada lingkungan manusia.

"Itulah perilaku aneh yang kita dapati di lapangan. Tentunya dengan inhabituasi itu, Bonita ini lebih berbahaya dari harimau liar yang masih normal perilakunya," kata Hutomo.

Harimau Bonita ini, sudah tidak lagi takut bila bertemu dengan manusia. Padahal dari kebiasaan yang ada, ada dua perilaku yang ditunjukan harimau liar bila berjumpa manusia.

"Normalnya, bila harimau bertemu atau kepergok manusia hanya ada dua kemungkinan yang akan terjadi. Pertama harimau langsung melakukan penyerangan bila bertemu manusia. Kedua, bila tidak menyerang, harimau akan segera menghindari manusia. Itulah prilaku normal dari harimau selama ini," kata Hutomo.

Kini pihak BBKSDA Riau terus berupaya untuk menemukan bonita yang masih berkeliaran di sekitaran rumah penduduk. Usai mengitari rumah penduduk, harimau ini masuk dalam kawasan hutan.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat