Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Peristiwa
Sebelumnya Ditembak,
Hari-hari Terakhir Harimau Sumatera Sebelum Digantung Warga
Senin, 05 Maret 2018 - 09:08:20 WIB
Foto dok.klhk/dtc

SULUHRIAU- Seekor harimau Sumatera ditembak dan digantung warga di Mandailing Natal, Sumut pada Ahad (4/3) kemarin. Sebelum nyawanya berakhir tragis, harimau itu sudah beberapa hari berkeliling kampung.

Harimau itu masuk perkampungan dan mengancam warga kampung Hutapangan, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal. Masyarakat yang tinggal di perkampungan untuk tetap waspada ancaman harimau.

"Sepekan lalu seekor harimau keluar dari dalam hutan dan terlihat oleh warga di perbatasan hutan dan perkampungan warga Desa Hutapangan," kata Camat Batang Natal, Lion Muslim Nasution.

Keberadaan harimau ini juga dikuatkan dengan adanya jejak kaki harimau yang berjarak 300 meter dari sekolah yang ada di desa tersebut.

"Ada ditemukan jejak harimau sekitar 300 meter dari salah satu gedung sekolah di perkampungan terdekat dengan kawasan hutan," tambah Lion.

Namun Lion membantah sekolah diliburkan karena ada harimau berkeliaran di kampung.

"Tidak benar siswa sekolah tersebut diliburkan karena ada harimau tersebut," jelas Lion.

Sementara itu, Kepala Bidang BBKSDA Wilayah III Padangsidimpuan, Gunawan Alza mengatakan memang pihaknya beberapa kali menemukan jejak harimau dekat perkampungan. Mereka pun sudah berupaya keras untuk menghalau hewan karnivora itu masuk ke pemukiman.



"Warga desa yang mulai ketakutan minta agar harimau itu ditembak mati saja. Namun petugas tidak mengizinkan dan berusaha menangkap harimau tersebut dengan cara d tembak dengan bius atau perangkap," jelas Gunawan

Setelah kemunculan harimau itu, Badan Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Sumatera Utara menurunkan personil untuk menghalau harimau.

"Mereka berupaya menghalau harimau itu masuk ke perkampungan," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi.

Langkah awal yang diambil petugas di lapangan dengan menimbulkan bunyi-bunyian keras agar harimau kembali ke dalam hutan. Personil juga telah mengedukasi masyarakat untuk tidak menembak mati harimau itu.

"Kami imbau masyarakat tidak pergi ke dalam hutan sendirian. Kalau memang sudah masuk ke pemukiman, harus pasang kandang perangkap," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang BBKSDA Wilayah III Padangsidimpuan, Gunawan Alza mengatakan memang pihaknya beberapa kali menemukan jejak harimau dekat perkampungan. Mereka pun sudah berupaya keras untuk menghalau hewan karnivora itu masuk ke pemukiman.

"Warga desa yang mulai ketakutan minta agar harimau itu ditembak mati saja. Namun petugas tidak mengizinkan dan berusaha menangkap harimau tersebut dengan cara ditembak dengan bius atau perangkap," ucap Gunawan.

Sepekan berkeliling di kampung, akhirnya harimau Sumatera itu ditemukan warga. Setelah didesak warga, polisi akhirnya menembak harimau itu hingga tewas.

"Namun, karena keresahan dan ketakutan, akhirnya polisi setempat menembak mati. Arahan dari Kepala Balai Besar KSDA, setelah diotopsi jasad harimau akan dimusnahkan dengan dibakar dengan dibuat berita acara selanjutnya akan dibawa ke Polres Madina," demikian siaran pers Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Sumber: detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat