Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Peristiwa
Anoa Semakin Punah, Di Sulut Tinggal 300-an Ekor
Minggu, 04 Maret 2018 - 14:01:52 WIB
Foto: Dok. Kementerian LHK

SULUHRIAU- Hewan Anoa di seluruh Pulau Sulawesi dan Buton diperkirakan tinggal 2.500 ekor. Khusus di Sulut, anoa diperkirakan tinggal 300 ekor.

"Sangat disayangkan, hal ini memprihatinkan," kata salah seorang peneliti hewan Anoa, Diah Irawati Dwi Arini kepada detikcom, Minggu (4/3/2018).

Menurut Arini, banyak faktor mangapa anoa semakin punah. Dari faktor adat hingga diburu untuk dimakan dagingnya.

"Di daerah Minahasa, anoa mungkin sudah hilang dari habitat alaminya, Karena tekanan perburuan yang luar biasa. Secara adat istiadat, ada upacara adat yang mengharuskan adanya daging anoa, atau dimanfaatkan dalam hal-hal tertentu. Biasanya pemburu hanya mengkonsumsi dagingnya saja. Kadang juga dijual sebagai pendapatan", kata Arini.

Bahkan di Cagar Alam Gunung Tangkoko Batuangus, Bitung, Sulawesi Utara, Anoa nyaris tak bisa ditemui lagi.

"Dulu habitat Anoa di Hutan Tangkoko tahun 1960-an masih banyak. Sekarang disurvey jejaknya saja udah nggak ada," kata Arini.

Berikut faktor yang menyebabkan populasi anoa semakin menurun:

1. Deforestasi atau berkurangnya luas hutan di Sulawesi sehingga menyebabkan gangguan untuk habitat anoa.
2. Perburuan liar oleh pemangsa.
3. Sulitnya perkembangbiakan pada induk Anoa. Masa bunting 9-10 bulan dan anak hanya melahirkan 1 ekor bayi anoa.
4. Anoa sifatnya soliter dan agresif.

Untuk mengantisipasi punahnya anoa, berikut langkah-langkah yang harus diambil yaitu pengamanan terhadap kawasan konservasi di Sulawesi sebagai habitat anoa serta tindakan hukum yang tegas bagi perburuan anoa. Kedua, edukasi masyarakat tentang anoa terutama generasi muda. Dan terakhir yaitu konservasi ex situ anoa seperti di Anoa Breeding Center di Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup (BP2LHK) Manado.

"Saat ini di Sulawesi Utara sendiri menurut penelitian dosen IPB, jumlah anoa saat ini hanya sekitar 300 ekor. Setidaknya masih ada 14 kawasan konservasi dan hutan lindung yang diperkirakan masih ada Anoa", ungkap Arin.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat