Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Peristiwa
Suka Berkubang, Harimau Sumatera Tertangkap Kamera di Hutan
Minggu, 04 Maret 2018 - 13:52:30 WIB

SULUHRIAU- Seekor harimau Sumatera tertangkap kamera trap yang dipasang World Wildlife Fund (WWF) Indonesia di belantara hutan Aceh. Dalam rekaman video, satwa dilindungi ini diketahui juga suka berkubang.

WWF Indonesia mengunggah video berdurasi 45 detik itu pada akun twitter resmi mereka. Ada beberapa frame gambar yang memperlihatkan tingkah harimau ini hidup di hutan Aceh. Pada awal video, hewan loreng ini melintas di depan kamera dan sesekali berlarian. Sementara di bagian akhir, harimau terlihat sedang 'mandi' dalam sebuah kubangan.

"Lagi! Harimau Sumatera tertangkap kamera sedang beraktivitas di hutan, Aceh. Tampak dari rekaman tersebut, satwa dengan nama latin panthera tigris sumatrae ini melintas dan juga suka berkubang," tulis WWF sebagai keterangan pada video yang diunggahnya.

WWF Indonesia mengajak masyarakat untuk menyelamatkan kucing yang khas dengan loreng tersebut. Konflik manusia dengan harimau serta aksi perburuan dinilai menjadi ancaman serius terhadap keberadaan satwa ini.

"Siapa sangka, kegagahan Harimau Sumatera diintai ancaman perburuan, perdagangan ilegal, dan alih fungsi hutan yang membuatnya kehilangan rumah," cuit WWF.

"Tidak hanya itu, konflik antara harimau Sumatera dan manusia juga menjadi ancaman serius lain bagi kucing yang khas dengan lorengnya ini," lanjut WWF dalam salah satu cuitannya.

Saat dikonfirmasi, Communication Officer WWF Indonesia Program Aceh, Chik Rini, mengatakan, harimau tersebut terekam dalam kamera trap yang dipasang WWF di Aceh sejak 2013 silam. Sampai saat ini ada 20 unit kamera trap yang dipasang WWF di Tanah Rencong.

"Terekam mulai 2014 sampai 2017. Lokasi (harimau terekam ini) di wilayah hutan Leuser," kata Chik Rini dilansir detikcom, Ahad (4/3/2018).

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo, menyebutkan, populasi harimau Sumatera di Aceh saat ini diperkirakan sekitar 150 hingga 250 ekor. Satwa ini paling banyak ditemukan di wilayah Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

"Paling banyak di TNGL, kisaran 100 ekor," jelas Sapto saat dikonfirmasi terpisah.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat