Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Politik
Pertemuan Jokowi-PSI di Istana, Pengamat: Timbulkan Kecurigaan Publik
Sabtu, 03 Maret 2018 - 10:31:19 WIB

SULUHRIAU, Jakarta - Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan elite Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Istana Negara yang disebut membahas pemenangan pemilu 2019 mengundang banyak polemik.

Peneliti LIPI Siti Zuhro mengatakan harusnya Presiden Jokowi bisa menjaga etika politik.

"Sebagai orang nomor satu yang notabene calon presiden di pemilu 2019, Pak Jokowi bisa menjaga dan merawat etika politik agar nilai-nilai budaya politik yang kompatibel dengan demokrasi terbangun." kata peneliti LIPI Siti Zuhro, Sabtu (3/3/2018).

Siti menambahkan Jokowi harusnya juga memperhatikan mana yang diperbolehkan dan mana yang tidak. Menurut Siti, terlebih memasuki masa tahun politik seperti saat ini, apa yang dilakukan Presiden Jokowi akan menjadi sorotan.

"Pak Jokowi juga perlu bersikap proper dan mempertimbangkan secara seksama apa yang oke dan tidak oke. Sebab bila ini diabaikan akan memunculkan perdebatan dalam masyarakat. Juga akan menimbulkan kecurigaan-kecurigaan publik. Mengapa? Karena tahun ini adalah tahun politik," ungkap dia.

Menurutnya kontroversi pertemuan elite PSI dan Jokowi mestinya tidak terjadi. Sebab hal itu hanya akan membuat bangsa ini berkutat pada topik-topik yang tak relevan dan signifikan.

"Ini hanya membuat bangsa ini hanya berkutat ke masalah pelanggaran etika politik saja," jelasnya.

Siti juga mempertanyakan apakah PSI datang ke Istana Negara atas undangan atau memang berinisiatif untuk bertemu Jokowi. Sebab menurut Siti pertemuan untuk membangun dukungan koalisi partai politik ada tata cara dan tata kramanya.

"Membangun dukungan dan koalisi parpol juga ada tatacara dan tata kramanya. Kapan pertemuan-pertemuan elite parpol diadakan dan dimana juga harus jelas. Hal ini penting supaya tidak menimbulkan rumor atau fitnah politik yang tak perlu," imbuhnya.

"Dukung-mendukung di tahun politik boleh-boleh saja. Tapi bagaimanapun juga harus mengikuti fatsun politik," sambungnya.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat