Jumat, 02 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Peristiwa
Dalam 16 Tahun, 100 Ribu Orangutan Terbunuh
Jumat, 16 Februari 2018 - 16:20:58 WIB
(Supplied: Marc Ancrenaz)

SULUHRIAU- Sekitar setengah dari jumlah orangutan di Pulau Kalimantan terbunuh atau pindahkan dari habitatnya antara tahun 1999 dan 2015.

"Itu merupakan kehilangan yang sangat besar," kata Profesor Serge Wich dari Liverpool John Moores University, salah satu penulis penelitian yang diterbitkan di jurnal Current Biology hari ini (16/2/2018).

"Angka ini lebih tinggi dari perkiraan dan kami mendasarkannya pada penelitian sebelumnya," ujar Profesor Wich.

Maria Voigt dari Max Plank Institute for Evolutionary Anthropology turut menulis laporan penelitian yang mengumpulkan data dari 38 lembaga internasional.

"Kami menggunakan data survei orangutan yang sangat luas untuk memodelkan persebaran mereka. Selain itu juga menemukan bahwa mereka mengalami penurunan lebih dari 100.000 ekor," kata Voigt.

"Kehilangan 50 persen (orangutan)," ujarnya.

Berdasarkan data mereka, Voigt mengatakan sekitar 70.000 sampai 100.000 orangutan yang tersisa di alam liar di Kalimantan.

Profesor Wich menjelaskan penurunan jumlah tersebut dihitung dengan menggabungkan survei sarang orangutan. "Penelitian yang kami lakukan memanfaatkan 16 data survei lokasi orangutan di Kalimantan," katanya.

"Di pulau besar seperti Kalimantan, tidak mungkin menjelajahi setiap pelosok hutan," tambah Prof Wich.

Tim peneliti mengisi kekosongan dengan melihat peta perubahan penggunaan lahan dan ancaman lainnya yang berdampak pada populasi orangutan.

Mereka memeriksa bagaimana perubahan tersebut mempengaruhi populasi di daerah yang memiliki data survei sarang.

Mereka kemudian menggunakan hasil data untuk memperkirakan bagaimana spesies tersebut tersebar di seluruh pulau.

"Kami menggunakan banyak tingkatan penggunaan lahan, tingkatan ancaman, seperti kepadatan populasi manusia, untuk memprediksi kepadatan di daerah yang tidak kami datangi," jelas Prof Wich.

Data menunjukkan ternyata jumlah orangutan lebih banyak daripada yang diperkirakan sebelumnya, namun jumlah yang terbunuh juga lebih besar.

"Pada tahun 1999, jumlah orangutan lebih banyak daripada yang kita duga," kata Prof Wich.

"Tapi juga kita telah kehilangan lebih dari yang kita perkirakan. Jadi seperti pedang bermata dua," ujarnya lagi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan tutupan lahan menyebabkan seluruh populasi orangutan punah di beberapa tempat.
"Terjadi kehilangan paling parah di daerah kehilangan habitat, di mana terjadi deforestasi dan konversi," kata Voigt.

Namun, dia mengatakan hal ini hanya sekitar 10 persen dari jumlah orangutan yang mati.

Dalam hal jumlah, disebutkan bahwa lebih orangutan yang mati di hutan yang tersisa dan sebagian wilayah berhutan.

Para peneliti percaya bahwa hal ini terutama disebabkan oleh aktivitas perburuan.

"Ini temuan yang sangat penting, karena mendukung penelitian sebelumnya bahwa pembunuhan dan perburuan adalah masalah besar. Bahkan mungkin merupakan penyebab terbesar selama periode ini," kata Voigt.

Prof Wich mengatakan sekitar 70 persen dari jumlah orangutan yang terbunuh berasal dari daerah berhutan.

"Berburu jadi persoalan yang meluas," katanya.

"Orangutan sering ditembak saat aktivitas perkebunan, saat mereka membuka pertanian skala kecil," jelasnya.

"Kita tidak menyadari bahwa masalah ini ternyata besar sekali," kata Prof Wich.

Ajun Profesor Erik Meijaard dari University of Queensland dan kelompok konservasi berbasis di Brunei, Borneo Futures, juga salah seorang penulis laporan penelitian ini.

Dia mengatakan telah menyoroti dampak perburuan selama dekade terakhir, setelah mengetahui banyak orang di Kalimantan membunuh orangutan untuk makanan.

"Mereka sering mengatakan kepada saya daging orangutan itu rasanya enak dan gurih," kata Dr. Meijaard.

"Penelitian kami saat ini menunjukkan bahwa kita secara kolektif gagal mengatasi ancaman paling penting, dan karena itu populasi orangutan terus berkurang di Kalimantan," ujarnya.

Prof Wich menjelaskan tim peneliti juga mencontohkan bagaimana populasi orangutan yang tersisa di Kalimantan akan meningkat selama tahun-tahun mendatang. Hasilnya tidak menjanjikan. "Kami memeriksa potensi penurunan orangutan melalui penggundulan hutan di masa depan, sampai tahun 2050," katanya.

"Bisa jadi pada periode sekarang sampai saat itu, kita kehilangan sekitar 45.000 orangutan melalui penggundulan hutan saja," jelasnya.

"Kami bahkan belum memasukkan potensi kerugian melalui perburuan dalam proyeksi tersebut ke depan," tambahnya.

"Itulah kekhawatiran utama - bahwa kita tidak memperhatikannya, sehingga kita tidak mengembangkan strategi konservasi untuk mengekang perburuan," jelasnya.

Namun, Voigt menambahkan ada beberapa hal menjanjikan bagi orangutan, seperti sejumlah populasi yang berhasil dilindungi di hutan sekitar perkebunan Malaysia. "Ada kepadatan orangutan yang tinggi, dan juga satwa liar lainnya," kata Voigt.

Dia menjelaskan pertemuan pemangku kepentingan belum lama ini dan rencana aksi baru di Malaysia dan Indonesia dapat membantu spesies tersebut.

Prof Wich berharap peningkatan kesadaran akan mengarah pada peningkatan konservasi.
"Ada peningkatan kesadaran di Indonesia dan Malaysia bagi masalah lingkungan secara umum dibandingkan sebelumnya," katanya.

"Ada beberapa kolaborasi menjanjikan antara konservasi dan industri - baik industri kelapa sawit atau perusahaa




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat