Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Metropolis
Mawardi : Pekanbaru Tidak Layak Huni Berita Hoaxs
Rabu, 14 Februari 2018 - 19:00:25 WIB

SULUHRIAU- Pekanbaru- Beredarnya berita di bebarapa media termasuk di media sosial (medsos) yang menyebutkan Pekanbaru tidak layak huni di Indonesia, merupakan berita hoax (bohong)

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Layanan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian, Mawardi, SAg, Rabu (14/2/2018)

Dikatakan Mawardi, setelah dicek dsn diperbadingkan dengan data yang didapatnya,  berita yang beredar menyebutkan Kota Pekanbarubtak layak huni diduga faktanya telah diplintir dari dari hasil survey Indonesia Most Livable City (MLCI) 2017 yang dilakukan Ikatan Ahli Perencana (IAP).

Dikatakan Mawardi, sejak beredar Februari 2018 lalu, yang menempatkan Pekanbaru sebagai kota yang tidak nyaman dan tidak layak huni di Indonesia dengan sumber info disebut Kementerian Agraria,  Walikota Pekanbaru  DR H.Firdaus ST. MT memerintahkan Dinas Kominfo Kota Pekanbaru untuk melakukan penelusuran terhadap kebenaran informasi ini.

Atas perintah langsung ini, Dinas Kominfo  melakukan penelusuran secara manual dan konvensional kepada pihak agraria yang disebut-sebut dalam berita itu. "Kenyataannya pihak Agraria menolak dan membantah telah menerbitkan penetapan rangking kota layak huni dan tidak layak tersebut. Dan penelusuran lainnya akhirnya ditemukan bahwa penetapan Kota layak dan tidak layak huni itu dikeluarkan IAP, dengan bukti berita yang terbit di salah satu media nasional yang menyebutkan bahwa dari survey yang dilakukan IAP menyebutkan bahwa Kota Solo masih menempati posisi sebagai Kota yang paling nyaman di Indonesia," katanya.

Sesuai berita resmi tersebut katanya, juga disebutkan bahwa survey yang dilakukan di tahun 2017  tersebut dengan cara memilih 26 yang dinilai layak huni di Indonesia dari 98 Kota yang ada di Indonesia, yang artinya Pekanbaru justru dinilai dalam kelompok Kota pilihan layak huni bersama Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Makasar.
“Dari 26 Kota tersebut, Solo berada pada Indeks 66,9 dengan sebutan kota paling nyaman diantara 26 kota yang nyaman yang masuk dalam survey, sedangkan Pekanbaru berada pada indeks 57.8  dengan indeks terendah 55.7  untuk Kota Makasar, Namun yang perlu dicatat 26 Kota yang disurvey tersebut adalah kota nyaman dan layak huni di Indonesia dari 98 kota yang ada.

Hanya saja disesalkan Mawardi bahwa indeks kota layak Huni tersebut, diduga dipilintir oleh pihak dan oknum tertentu di Riau, dimana indeks Pekanbaru  yang berada di bawah Solo bersama 9 Kota lainnya malah disebut dan diumumkan sebagai kota paling tidak nyaman di Indonesia.

“Seharusnya survey yang menggunakan sistim sampel  tidak bisa  menghasilkan peringkat.  Saat survey Pekanbaru dipilih sebagai sampel bersama 25 Kota layak huni dan Kota besar lainnya di Indonesia, tetapi output dari survey itu justru menghasilkan peringkat, dimana suvey dan responden yang diambil juga tidak proporsional dengan menyebar angket kepada 100 orang warga Kota yang berpenduduk 1.1 juta jiwa.  Ini sudah tidak sesuai dengan metedologi akademik penelitian,’’ ujar Mawardi.

Ditambahkan Mawardi lagi, bahwa  disini terlihat betapa penyebaran informasi itu sangat bertolak belakang dengan fakta yang ada, dan begitu banyak fakta yang terbantahkan.

“Pekanbaru dalam tujuh tahun terakhir telah meraih berbagai prrestasi yang sangat membanggakan, seperti, Pekanbaru 4 Tahun berturut-turun ditetapkan sebagai Kota Tujuan investasi terbaik di Indonesia dari kajian Depdagi, Bappenas, dan media grup Nasional, Kalau Kota ini tidak nyaman dan tidak layak huni, maka musthail para pelaku usaha berminat  berinvestasi di Kota ini,’’ ujar Mawardi.

Fakta lainnya menurut Mawardi, Pekanbaru menurut indeks dari Bank Indonesia adalah Kota yang perputran uang nomor satu di luar pulau Jawa, maka kalau kota ini tidak nyaman, sangat mustahil terjadi perputran uang dan ekonomi yang sangat besar.

“Kita tahun bahwa ada tujuh hal yang dinilai di dalam MLCI 2017. Mulai dari kualitas lingkungan, dukungan fungsi ekonomi, sosial, dan budaya kota, serta partisipasi masyarakat dalam pembangungan. Berikutnya ketersediaan ruang publik sebagai wadah berinteraksi antar komunitas, serta keamanan dan keselamatan.

Ketersediaan kebutuhan dasar meliputi perumahan yang layak, air bersih, jaringan listrik, sanitasi hingga ketercukupan pangan. Terakhir, ketersediaann fasilitas umum dan fasilitas sosial, seperti transportasi umum, taman, hingga fasilitas kesehatan, tetapi semua itu dapat terpenuhi di Kota Pekanbaru dengan mudah, murah dan cepat.

Mawardi juga secara halus menyebutkan, bahwa  dari informasi yang berkembang di media-media nasional bahwa  berita dan indeks kota ternyaman ini dikeluarkan pada tanggal 1 Februari 2018 tersebut  adalah salah satu gerakan  menggedor 100 hari kinerja Anies-Sandi di Jakarta,  tetapi kemudian  ada pihak yang memanfaatkan untuk menjatuhkan Pekanbaru karena Walikotanya maju pada Pilgubri 2018.

“Sayang Sekali, hasil dan dan tujuan survey ini  sudah dipilintir dan disalahgunakan oleh pihak tertentu sehingga menjadi berita bohong,’’ pungkas Mawardi. (rls,chr)



 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat