Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Peristiwa
Harimau Mangsa Karyawan PT THIP Jumiati di Inhil Masih Berkeliaran
Selasa, 13 Februari 2018 - 15:01:23 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru - Masyarakat dihebohkan harimau di Indragiri Hilir (Inhil) Riau yang memangsa Jumiati beberapa waktu lalu.

Harimau itu hingga kini masih belum ditemukan keberadaannya. Selidik punya selidik, masih ada 4 harimau lain yang juga masih berkeliaran.

Harimau yang memangsa Jumiati pada 3 Januari 2018 lalu, hingga kini masih berkeliaran di Kecamatan Pelangiran, Inhil. Tim Balai Besar Konsevasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, sudah 6 tim silih berganti untuk menangkap harimau ini. Caranya, dengan memasang kandang jeratan dengan umpan kambing. Tapi, upaya itu hingga kini belum berhasil.

Hasil analisis pihak BBKSDA Riau, diperkirakan harimau yang memangsa Jumiati masih dalam lanskap hutan suaka margasatwa Kerumutan yang secara administrasi berada di Pelalawan, Riau.

Hasil kamera trap yang dipasang BBKSDA Riau, dari Suaka Margasatwa Kerumutan hingga ke lokasi tempat Jumiati menjadi korban konflik, terlihat ada 5 harimau.

"Jadi berdasarkan kamera trap yang kita pasang sejak tahun 2016 hingga 2018 ini, tertangkap kamera ada 5 harimau termasuk yang memangsa warga itu," kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (13/2/2018).

Sehingga dalam lanskap dari Suaka Margasatwa Kerumutan hingga ke lokasi konflik masih wilayah jelajah harimau. Upaya untuk mengevakuasi harimau yang memangsa Jumiati dianggap hanya akan menyelesaikan persoalan sesaat.

"Artinya kalau pun nantinya harimau itu bisa dievakuasi dipindah ke tempat yang lain, ini hanya untuk solusi singkat saja. Sebab, lokasi tempat komplik itu masih satu lanskap dengan Kerumutan," kata Haryono begitu sapaan akrabnya.

Dengan satu lanskap, kata Haryono, maka harimau lainnya akan kembali masuk ke lokasi yang sama. Itu artinya kembali menjadi persoalan yang baru. Sebab, wilayah konflik merupakan wilayah jelajah harimau.

"Makanya kami sampaikan persoalan ini harus ada kajian yang lebih mendalam lagi. Kami juga sudah sampaikan hal ini ke Menteri KLHK," kata Haryono.

Kajian dengan melibatkan berbagai pihak ini, kata Haryono, sangat dibutuhkan demi penyelamatan harimau Sumatera yang masih tersisa.

"Jadi memang perlu ada pengkajian soal ini. Karena dalam lanskap itu terdapat 5 ekor harimau di sana. Kalaupun nantinya harimau yang memangsa warga itu berhasil dievakuasi, wilayah itu juga akan kembali di datangi harimau lainnya," kata Haryono.

Sebagaimana diketahui, Jumiati karyawan PT Haji Tabung Indo Plantation (HTIP) ditemukan tewas setelah diserang harimau. Lokasi perkebunan sawit itu ternyata bagian dari wilayah jelajah harimau sumatera. [dtc,jan]



 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat