Jumat, 02 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Peristiwa
Harimau Mangsa Karyawan PT THIP Jumiati di Inhil Masih Berkeliaran
Selasa, 13 Februari 2018 - 15:01:23 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru - Masyarakat dihebohkan harimau di Indragiri Hilir (Inhil) Riau yang memangsa Jumiati beberapa waktu lalu.

Harimau itu hingga kini masih belum ditemukan keberadaannya. Selidik punya selidik, masih ada 4 harimau lain yang juga masih berkeliaran.

Harimau yang memangsa Jumiati pada 3 Januari 2018 lalu, hingga kini masih berkeliaran di Kecamatan Pelangiran, Inhil. Tim Balai Besar Konsevasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, sudah 6 tim silih berganti untuk menangkap harimau ini. Caranya, dengan memasang kandang jeratan dengan umpan kambing. Tapi, upaya itu hingga kini belum berhasil.

Hasil analisis pihak BBKSDA Riau, diperkirakan harimau yang memangsa Jumiati masih dalam lanskap hutan suaka margasatwa Kerumutan yang secara administrasi berada di Pelalawan, Riau.

Hasil kamera trap yang dipasang BBKSDA Riau, dari Suaka Margasatwa Kerumutan hingga ke lokasi tempat Jumiati menjadi korban konflik, terlihat ada 5 harimau.

"Jadi berdasarkan kamera trap yang kita pasang sejak tahun 2016 hingga 2018 ini, tertangkap kamera ada 5 harimau termasuk yang memangsa warga itu," kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (13/2/2018).

Sehingga dalam lanskap dari Suaka Margasatwa Kerumutan hingga ke lokasi konflik masih wilayah jelajah harimau. Upaya untuk mengevakuasi harimau yang memangsa Jumiati dianggap hanya akan menyelesaikan persoalan sesaat.

"Artinya kalau pun nantinya harimau itu bisa dievakuasi dipindah ke tempat yang lain, ini hanya untuk solusi singkat saja. Sebab, lokasi tempat komplik itu masih satu lanskap dengan Kerumutan," kata Haryono begitu sapaan akrabnya.

Dengan satu lanskap, kata Haryono, maka harimau lainnya akan kembali masuk ke lokasi yang sama. Itu artinya kembali menjadi persoalan yang baru. Sebab, wilayah konflik merupakan wilayah jelajah harimau.

"Makanya kami sampaikan persoalan ini harus ada kajian yang lebih mendalam lagi. Kami juga sudah sampaikan hal ini ke Menteri KLHK," kata Haryono.

Kajian dengan melibatkan berbagai pihak ini, kata Haryono, sangat dibutuhkan demi penyelamatan harimau Sumatera yang masih tersisa.

"Jadi memang perlu ada pengkajian soal ini. Karena dalam lanskap itu terdapat 5 ekor harimau di sana. Kalaupun nantinya harimau yang memangsa warga itu berhasil dievakuasi, wilayah itu juga akan kembali di datangi harimau lainnya," kata Haryono.

Sebagaimana diketahui, Jumiati karyawan PT Haji Tabung Indo Plantation (HTIP) ditemukan tewas setelah diserang harimau. Lokasi perkebunan sawit itu ternyata bagian dari wilayah jelajah harimau sumatera. [dtc,jan]




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat