Kamis, 01 Oktober 2026 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
 
 
☰ Sosial Budaya
Survei: Muslim Indonesia Dinilai Paling Tak Suka Komunis dan LGBT
Senin, 29 Januari 2018 - 20:40:27 WIB

SULUHRIAU- Kelompok komunis serta kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dinilai sebagai kelompok yang paling tidak disukai muslim Indonesia. Yahudi menyusul di urutan ketiga sebagai kelompok yang tak disukai muslimin dan muslimah.

Hal ini merupakan salah satu hasil survei nasional 'Tren Toleransi Sosial-Keagamaan di Kalangan Perempuan Muslimin Indonesia' yang dipaparkan oleh Direktur The Wahid Foundation Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman (Yenny) Wahid di Hotel JS Luwansa, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (29/1/2018).

"Pada survei Maret-April 2016 lalu, nomor satu (yang tak disukai) adalah LGBT, kemudian komunis. Pada tahun ini (survei Oktober 2017), yang tak disukai adalah komunis disusul LGBT," kata Yenny.

Pada survei 2016, dalam satuan persen, berturut-turut sepuluh kelompok paling tak disukai adalah LGBT (26,1), komunis (16,7), Yahudi (10,6), Kristen (2,2), Syiah (1,3), China (0,4), Wahhabi (0,5), Katolik (0,4), Buddha (0,4), dan Konghucu (0,1).

Pada survei Oktober 2017, yang dipaparkan sekarang, berturut-turut sepuluh kelompok yang paling tak disukai adalah komunis (21,9), LGBT (17,8), Yahudi (7,1), Kristen (3,0), Ateis (2,5), Syiah (1,2), China (0,7), Wahhabi (0,6), Katolik (0,5), dan Buddha (0,5).

Baca juga: Survei Toleransi Keagamaan Muslimah, Puan: Banyak Hal Mencengangkan

Yenny mencoba menganalisis penyebab komunis naik ke peringkat pertama kelompok yang paling dibenci. Menurutnya, itu tak bisa dilepaskan dari dinamika politik dewasa ini.

"Ini hubungannya memang kalau kita lihat dengan isu-isu yang dipakai untuk menyerang Presiden Jokowi. Jadi intinya ini hubungannya politik sebenarnya," kata Yenny.

Yenny mengarahkan perhatiannya pada sentimen negatif terhadap masyarakat Cina alias Tionghoa. Ternyata umat Islam tak terlalu benci terhadap China bila dilihat dari survei tahun lalu dan tahun ini.

"Walaupun dengan begitu kental retorika yang menghantam Pak Basuki Tjahaja Purnama (eks Gubernur DKI yang dibui karena divonis menista agama), retorika anti-China ternyata nggak signifikan hasilnya, yakni hanya 0,4 dan 0,7%," kata Yenny.

Lain halnya dengan sentimen negatif terhadap masyarakat Cina, kebencian terhadap komunis, Yahudi, bahkan LGBT, hanya bersemayam di imaji. Muslim Indonesia sebenarnya jarang menemui hal tersebut.

"Menurut ahli dari Australia, ini dikategorikan sebagai kelompok yang terimajinasikan. Ini tidak riil, tidak kelihatan. Terbukti (kebencian terhadap) China nggak tinggi, karena China bisa kelihatan langsung," kata Yenny.

"Begitu yang riil ini kelihatan, maka mereka bisa mengukur, bukan sekadar imajinasi lagi," kata dia.

Dia mengaitkan kebencian yang menghinggapi muslim Indonesia dengan kebencian yang menghinggapi masyarakat Eropa. Bagi masyarakat Eropa, yang jarang bertemu muslim, mereka malah membenci muslim ketimbang membenci kelompok lain. Soalnya mereka tak pernah mengenali muslim secara baik. Maka solusi atas hal ini adalah komunikasi dalam arti yang luas.

"Penting untuk mengatur ruang-ruang perjumpaan, ruang-ruang dialog, sehingga menjadi nyata soal layakkah 'mereka' ditakuti? Apakah betul 'mereka' menjadi ancaman?" kata Yenny.

Survei dilakukan pada 6-27 Oktober 2017, dengan melibatkan 1.500 responden laki-laki dan perempuan di 34 provinsi. Teknik yang digunakan adalah multistage random sampling. Margin of error kurang-lebih 2,6% pada tingkat kepercayaan 95%. Metode survei dilakukan via wawancara.

Survei dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI), didukung UN Women dan Wahid Foundation. Ini adalah bagian dari program UN Women yang didukung pemerintah Jepang bertajuk 'Perempuan Berdaya, Komunitas Damai Indonesia 2017-2018'.

Sebesar 54,7% proses survei dilakukan di Jawa. Selain itu, survei dilakukan di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Nusa Tenggara, dan Bali.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    02 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    03 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    04 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    05 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    06 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    07 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    08 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    09 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    10 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    11 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    12 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    13 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    14 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    15 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    16 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    17 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    18 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    19 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    20 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    21 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    22 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat