Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Ekbis
PT Pusri Setop Penyaluran Pupuk Organik
Sabtu, 30 Desember 2017 - 15:05:02 WIB

SULUHRIAU- PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) selama ini dikenal sebagai produsen dan penyalur pupuk urea, pupuk organik, pupuk NPK dan amonia. Dari seluruh produksi tersebut salah satunya, tidak akan lagi didistribusikan PT Pusri.

"Mulai tahun depan PT Pusri menghentikan penyaluran pupuk organik ke lima provinsi yang berada di bawah tanggung jawab pemasaran PT Pusri," kata GM Distribusi dan Pemasaran PT Pusri Palembang Syarif Usman, Sabtu (30/12).

Menurut Syarif Usman Pusri tidak memproduksi pupuk organik karena yang memproduksi adalah mitra dari PT Pusri. Selama ini produksi yang dihasilkan mitra Pusri tidak mencapai target hanya sekitar 54 persen sampai 60 persen.  "Kini penyaluran pupuk organik diserahkan kepada Petrokimia Gresik," ujarnya.

Untuk pupuk organik alokasi sampai 2017 yang sebesar 32 ribu ton, Sumatera Selatan (Sumsel) mendapat bagian hanya 6.500 ton Pupuk organik ini dipakai hanya satu kali per tahun sisanya memakai pupuk jenis lainnya. "Pupuk organik hanya untuk menyuburkan tanah," kata Syarif Usman.

Sebelumnya PT Pusri telah melakukan penjualan pupuk organik Public Service Obligation (PSO), pada 2016 sebanyak 40.138 ton atau 38 persen dari rencana 105.190 ton. Pada 2015 PT Pusri menjual pupuk organik sebanyak 54.363 ton, pada 2014 sebanyak 56.386 ton, pada 2013 sebanyak 13.088 ton, pada 2012 sebanyak 2.961 ton, dan pada 2011 sebanyak 3.811 ton.

Sementara itu menurut Direktur Utama (Dirut) PT Pusri Mulyono Prawiro ditengah sejumlah kendala yang dihadapi PT Pusri selama 2017, perusahaan pupuk tertua di Indonesia tersebut masih mampu memacu peningkatan produksi pupuk urea, NPK dan amonia.

Menurut Mulyono Prawiro, Produksi urea 2017 mengalami peningkatan dibanding produksi 2017. Tahun ini produksi urea terealisasi sebanyak 2.215.150 ton dibanding produksi tahun lalu 1.671.160 ton. Produksi urea terhadap Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) mencapai 133 persen.

Mulyono Prawiro juga menjelaskan, peningkatan juga terjadi pada produksi amonia. Pada 2016 produksinya sebanyak 1.221.900 ton meningkat pada 2017 menjadi 1.531.820 ton atau mencapai 125 persen dari RKAP.

"Peningkatan juga produksi lainnya dari PT Pusri yakni pupuk NPK juga terjadi peningkatan pada 2017 sebanyak 88.997 ton, pada 2016 sebanyak 71.810 ton," katanya.

Selain menerapkan efisiensi selama 2017, menurut Mulyono Prawiro, PT Pusri selama satu tahun terakhir juga berhasil meluncurkan produk pupuk kemasan ritel jenis satu kilogram (Kg), 5 Kg, 10 Kg dan 25 Kg.

"Pada 2017 juga PT Pusri merealisasikan salah satu proyek strategis dengan mmulai pembangunan proyek pabrik pupuk NPK Fusion II dengan kapasitas desain sebesar dua kali 100 ribu ton per tahun dan direncanakan mulai berproduksi pada 2019," kata mantan direktur produksi PT Pupuk Kaltim (PKT) tersebut. [Rol,Jan]




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat