Dinilai Cederai Azas Sopan Santun,
LAMR Minta Polisi Tangkap Pelaku yang Coret Baliho Gubri
Kamis, 28 Desember 2017 - 19:52:06 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Aksi pencoretan baliho Gubernur Riau kembali terjadi. Tindakan ini dinilai melanggar sopan santun Melayu.
Atas tindakan dilakukan oknum itu, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), mengutuk aksi pencoretan baliho Gubernur Riau. LAMR menilai tulisan coreta di Baliho Gubernur Riau mencedarai azas sopan santun nilai budaya dan adat Melayu Riau.
Ketua MKA LAMR Al Azhar, mengatakan apapun motifnya, tindakan pelaku dinilai telah melanggar azas kesantunan yang dijunjung tinggi dalam budaya Melayu Riau. "Kata-kata dan gambar yang dilakukan oleh pelaku sudah nyata-nyata, dan tidak patut digambar di tanah Melayu," katanya.
"LAMR, pertama, mengimbau masyarakat untuk menjunjung tinggi nilai kesantunan di bumi Melayu, jangan sekali-kali menabrak itu, apapun tujuannya dan motifnya. Ini sudah mencedarai azas kesantunan yang ada dalam adat Melayu Riau," tegas Al Azhar.
Untuk itu, kata Al Azhar, agar kejadian ini tidak terulang kembali ia meminta kepada aparat penegak hukum untuk menangkap pelaku yang berbuat seperti ini.
Tindakan ituyang melanggar hukum dan menghina gubernur Riau, yang juga Datuk Sri Setia Amanah gelar adat Melayu Riau.
"Kita minta penegak hukum untuk mengusut ini secara tuntas. Apabila sudah mendapatkan baik aktor maupun yang di belakang itu masyarakat tahu siapa pelakunya. Sekarang ini menimbulkan spekulasi di masyarakat," tegasnya lagi.
Al Azhar menambahkan, kalaulah coretan tak senonoh itu ditujukan kepada Gubernur Riau yang telah ditabalkan sebagai Datuk Sri Setia Amanah, dan merasa tidak amanah. Lebih baik disampaikan langsung kepada LAMR, dan menyampaikan Gubernur tidak amanah.
"Sampaikan ke LAM kalau beliau tak amanah, bukan dengan cara mencoret dengan gambar tak senonoh dan tidak sopan. Kita tahu 2018 eskalasi politik sudah mulai terasa jangan sampai hal seperti ini menyebabkan proses pilgub cacat. Adat-adat dan adab jangan dilanggar dan jangan diinjak injak," kata Al Azhar.
Kejadian pencoretan baliho Gubernur Riau selama tahun 2017 ini telah terjadi empat kali. Baliho yang ada di kantor-kantor dinas Pemprov Riau, digambar dengan gambar tak senonoh, gambar hewan dan tulisan tidak senonoh. Dan terakhir baliho yang dicoret terjadi pada hari Rabu (27/12/2017), di Kantor Dispora Riau, Jalan DR Sutomo. [mdi]
Komentar Anda :