Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Warga Temukan Arca Dewa Brahma Berkepala Empat
Senin, 18 Desember 2017 - 21:04:04 WIB

SULUHRIAU- Sebuah arca Dewa Brahma berkepala empat ditemukan warga di punden Dusun Kwasen, Desa Menganto, Mojowarno, Jombang. Arca yang terbuat dari batu ini dipastikan peninggalan zaman Majapahit.

Arca ini ditemukan Jayadi alias Hari, warga Dusun Kwasen yang juga juru kunci punden. Ditemui di rumahnya, Jayadi mengaku telah menemukan benda cagar budaya ini pada April 2017.

Saat itu, pria 38 tahun ini sedang menggali akar sisa pohon besar yang tumbang di area punden. Warga sekitar menyebut punden ini dengan Pandegong. Saat mencapai kedalaman sekitar 1,5 meter, cangkul yang digunakan mengenai dua bongkahan batu.

"Saya angkat dan saya cuci batu tersebut, ternyata bentuknya simbol Dewa Siwa, batu satunya lagi ternyata batu kepala empat, arca Dewa Brahma, kemudian saya bawa pulang," kata Jayadi kepada wartawan di rumahnya, Senin (18/12/2017).

Arca Kepala Dewa Brahma ini tergolong unik karena mempunyai empat kepala kembar yang menjadi satu. Benda purbakala ini terpotong di bagian leher. Tingginya sekitar 15 cm, sedangkan diameternya sekitar 15 cm. Berat arca sendiri sekitar 10 Kg.

Selama 8 bulan, Jayadi menyimpan temuan ini tanpa melapor ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim maupun Pemerintah Desa Menganto. Dia berniat menjual arca Dewa Brahma tersebut. Oleh sebab itu Jayadi meminta bantuan temannya mengunggah di media sosial agar segera laku.

"Itu mau saya jual untuk memperbaiki makam di punden, kondisinya kan kurang terawat," ungkapnya.

Arca Dewa Brahma Berkepala 4 di Punden Dusun Kwasen/Arca Dewa Brahma Berkepala 4 di Punden Dusun Kwasen/ Foto: Enggran Eko Budianto


Namun, kini Jayadi mengurungkan niatnya menjual arca tersebut. Dia bersedia menyerahkan temuan benda cagar budaya ini ke BPCB Jatim dengan syarat pemerintah bersedia merenovasi punden dengan membangun kuncup di atas dua makam.

Makam yang ada di punden ini dipercaya warga sekitar sebagai makam Mbah Nambi Suro dan Mbah Ijo. Konon kedua nama itu yang membuka perkampungan Dusun Kwasen yang dulunya berupa hutan.

"Saya minta Pemerintah Desa Menganto dan BPCB membangunkan makam biar layak, makamnya diperbaiki," ujarnya.

Kasi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB Jatim Edhi Widodo mengatakan, siang tadi pihaknya telah meninjau arca yang ditemukan Jayadi. Dia memastikan arca berbahan batu andesit itu benda cagar budaya.

"Itu arca kepala Dewa Brahma, perkiraan kami peninggaan Majapahit. Kalau batu satunya potongan cucuknya Yoni. Di lokasi juga ditemukan Yoni-nya," tegasnya.

Hingga kini, tambah Edhi, arca kepala Dewa Brahma itu masih di rumah Jayadi. Pihaknya berharap Jayadi bersedia menyerahkan arca tersebut ke BPCB Jatim untuk disimpan di Museum Majapahit, Trowulan, Mojokerto.

"Soal syarat dari penemu kami diminta merenovasi punden itu mestinya yang berperan besar Pemda Jombang. Karena kalau diperingkat punden itu situs purbakala peringkat kabupaten," tandasnya. [dtc]



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat