Jumat, 02 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Metropolis
Ini Kata Pengamat Peta Pilgub Riau Pasca Golkar Berkoalisi dengan PDIP
Senin, 18 Desember 2017 - 11:21:51 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru - DPP PDI Perjuangan baru saja mengumumkan mendukung Pilgub Riau bersama Golkar yakni Arsyadjuliandi  Rachman dengan Suyatno.

Koalisi dengan PDIP ini dinilai bukan menambah kekuatan politik tapi justru menambah kelemahan Golkar.

Pendapat itu disampaikan pengamat politik dan hukum tata negara dari Universitas Riau (UR) Dr Mexsasai Indra seperti dilansir detikcom, Senin (18/12/2017).

Indra menjelaskan, koalisi DPD Golkar Riau dengan DPD PDIP Riau dalam Pilgub Riau 2018 mendatang tidak dibangun dengan basis ideologi yang kuat.

Koalisi tersebut hanya dibangun karena PDIP dalam konteks politik nasional merupakan partai yang berkuasa. Situasi dan kondisi ini berpengaruh terhadap aktivitas politik di daerah terutama terkait pengisian jabatan publik dalam hal ini kepala daerah.

 "Saya kira pilihan partai Golkar melakukan koalisi dengan PDIP tidak dibangun atas dasar basis ideologi yang kuat," kata Indra.

Partai Golkar selama ini di Riau selalu mendapat hati di masyarakat. Dalam beberapa kali Pilgub Riau, Golkar selalu memenangkan calonnya. Termasuk pada Pilgub sebelumnya, Golkar tanpa berkoalisi dengan siapa pun memenangkan jagonya sendiri.

"Saya tidak bisa menyimpulkan apa alasan pastinya partai Golkar harus menggandeng PDIP untuk mendukung Andi Rachman dan Suyatno. Padahal secara yuridis dan politik Golkar sendiri sudah memenuhi syarat untuk mencalonkan sendiri tanpa harus berkoalisi dengan partai apa pun. Di sinilah saya melihat ada keraguan Golkar untuk maju sendiri," kata Indra.

Indra melihat, implikasi dari koalisi Golkar dan PDIP ini secara psikologi akan terbangun sentimen isu keagamaan akan muncul kepermukaan di Riau.

"Artinya apa, orang akan banyak bermain isu-isu politik pada wilayah keagamaan seperti di DKI. Apa lagi nanti kalau yang muncul hanya dua pasangan calon saja. Dalam hal ini negara harus berhati-hati dalam mengelola psikologi politik masyarakat sehingga tidak memunculkan konflik," kata Indra.

Lantas mengapa bisa muncul isu soal agama bergandengan PDIP?

"Karena kecenderungan ketika pasangan calon diusung oleh PDIP cenderung orang bermain pada wilayah itu (agama). Secara politik itu jelas tak elok. Tapi dalam realitas politik yang terjadi, ya itulah fakta yang terjadi di lapangan. Apa lagi bumi melayu ini adalah identik dengan nilai-nilai ke-Islaman," kata Indra.

Dari satu sisi, lanjut Indra, hal tersebut akan menjadi titik kelemahan ketika Andi Rachman mengambil pilihan PDI Perjuangan sebagai tambahan kekuatan dalam bertarung Pilgub Riau. Walaupun Andi Rachman dan Suyatno sama-sama muslim. Namun karena berkoalisi dengan PDIP perjuangan isu berbau agama diprediksi akan muncul di Riau.

"Orang melihatkan sekarang potensi atau kecenderungan akan dilihat didukung oleh partai apa," kata Indra.

Kalau saja Andi Rachman tidak menggandeng PDIP sebenarnya isu terkait agama bisa diminimalisir.

"Kalau pak Andi percaya diri hanya tunggal lewat Golkar sebenarnya itu lebih kuat. Fakta sejarah ketika Andi dengan Annas Maamun hanya diusung tunggal Golkar ternyata menang kan?" kata Indra.

"Dalam konteks isu nasional itukan, PDIP adalah partai politik yang menjaga jarak dalam tanda petik dengan kekuatan-kekuatan Islam. Isu nasional ini juga berpengaruh ke daerah termasuk ke Riau," kata Indra.

"Jadi saya kira tidak menambah kekuatan PDIP masuk dalam koalisi dengan Golkar. Secara hitungan kuwantitaskan Golkar sudah memenuhi syarat. Justru menurut saya pilihan menjatuhkan menggandeng PDIP hal itu salah satu kekurangan. Mungkin malah bisa menambah titik lemah dan menambah masalah baru yang sebetulnya hal itu tidak harus dilakukan," tutup Indra. [dtc, jan]




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat