Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Internasional
Wow!, Uni Emirat Arab Berencana Tanam Pohon Kurma dan Selada di Mars
Minggu, 19 November 2017 - 14:00:18 WIB
Foto Ilustrasi (int)

SULUHRIAU- Uni Emirat Arab (UEA) tengah mengembangkan misi luar angkasanya. Setelah mengirim satelit untuk menjajaki planet Mars, kini negara tersebut menunjukkan ambisinya dengan berencana menanam pohon-pohon kurma dan selada di planet Merah tersebut.

Rencana penanaman pohon kurma di Planet Mars dijabarkan dalam Dubai Airshow yang meliputi berbagai pameran, konferensi, dan para pembicara, antara lain mantan astronot NASA Nasa Apollo 15, Al Worden. "Ada kesamaan antara planet Mars dan padang pasir," kata Rashid Al Zaabi, perencana strategis senior di UAE Space Agency. "Struktur tanahnya sama dengan UEA."

Jadi, UEA memutuskan untuk menggelontorkan dana ke dalam dua proyek penelitian, yakni penanaman pohon-pohon kurma, tomat, dan stroberi di Mars. "Nah, saat kita sampai di sana, kita harus makan," kata Al Zaabi. Pohon kurma terpilih untuk ditanam di sana karena ada kemungkinan mereka bisa tumbuh di Mars, kata Al Zaabi.

Meski hal ini terdengar aneh, namun ada alasan yang mendasari ekonomi. UEA, khususnya Dubai dan Abu Dhabi, mencoba memompa ekonomi ke depan dalam persiapannya untuk mengakhiri era minyak.

Ini dimulai dengan pengembangan industri pariwisata dan penerbangan, serta layanan terkait dan teknik yang menyertainya. Kini UEA beralih ke sektor sains dan pengembangan teknologi mutakhir. "Ada 100 juta kaum muda di wilayah Arab," kata Omran Sharaf, manajer di proyek penelitian Mars Mission. "

"Kami ingin mereka berperan di masa depan dan membawa negara ini ke tingkat berikutnya. "(Populasi UEA sekitar sembilan juta, dimana hanya 1,4 juta adalah warga negara Emirat).

"Ini soal menciptakan ekonomi berlandaskan bahan minyak, pengetahuan, ekonomi kreatif. Jadi, penting bagi kita untuk menjadi pusat ilmu pengetahuan. Kami telah menelurkan banyak insinyur, namun tidak banyak ilmuwan. Proyek Mars ini murni sebuah misi ilmiah," tambahnya.

UEA telah menginvestasikan dana lebih dari USD$5,4 miliar di sektor antariksa, termasuk diantaranya berbagai satelit. Hasil penjajakan di planet Mars tersebut disampaikan secara rinci dalam pameran luar angkasa.

Badan antariksa di negara tersebut mengungkapkan, satelit survei dikembangkan dengan menggunakan sebuah tim yang sengaja dibuat oleh orang-orang Emiratis akan mencari air dan menilai kondisi atmosfer.

UEA juga sudah mulai bekerja di Mars Science City, sebuah pusat penelitian yang didedikasikan untuk mempelajari kolonisasi planet ini. Rangkaian kubah di padang pasir, dengan ruang tinggal dan fasilitas penelitian seluas dua juta kaki persegi, akan menyelidiki kebutuhan makanan, air dan energi.

Misi Mars ini membuat UEA menjadi satu dari sembilan negara yang mengeksplorasi bagaimana menuju ke planet ini, Sharaf mengatakan: "Ini berarti investasi kita di fasilitas dan pendidikan-sains, laboratorium, universitas - akan sangat besar."

Dan, menurut mantan pilot Apollo 15, Al Worden, itu juga memerlukan kerja sama internasional. Dia terkesan dengan ambisi proyek UEA, dan apa yang telah dicapai sejauh ini. Tapi dia menambahkan: "Skala tantangan teknologi akan terlalu banyak untuk satu negara."

Tujuan dari menampilkan industri ruang angkasa ini adalah untuk menarik para pakar internasional untuk berpartisipasi, kata Yousuf Hamad Al Shaibani, dirjen pusat ruang angkasa Mohammed Bin Rashid.

Dengan menonjolkan industri ruang angkasa dalam Dubai Airshow pekan ini berarti "kesempatan untuk bertemu dengan perusahaan dan institusi kedirgantaraan internasional besar, dan membangun hubungan strategis", katanya.

Bahkan para penguasa UEA menggambarkan apa yang mereka coba lakukan sebagai "sebuah tantangan epik". Dengan asumsi semuanya berjalan sesuai rencana, mereka akan melakukan pendaratan pesawat berawak sebagai langkah terakhir ke Mars - dalam 100 tahun ke depan.

Itu mungkin tidak akan pernah terjadi. Tapi setidaknya negara itu akan menciptakan generasi ilmuwan baru di Teluk - dan belajar bagaimana menanam lebih banyak buah dan sayuran di padang pasir.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat