Kasihan, 6 Burung Kakatua & Nuri Disekap di Paralon Hendak Diselundupkan Mati
Sabtu, 18 November 2017 - 11:26:45 WIB
|
Burung Nuri Bayan yang disekap di paralon. (Foto: Dok. AFP/dtc).
|
SULUHRIAU- Seratusan ekor burung hias ditemukan di dalam pipa paralon berukuran sempit saat hendak diselundupkan dari Maluku Utara. Ada 6 ekor yang ditemukan mati.
Menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, ada 127 (sebelumnya disebut 125) burung hias yang diselundupkan dari Labuha, Maluku Utara. Jumlahnya ada 87 ekor burung Nuri Bayan (sebelumnya ditulis Beo) dan 40 ekor burung Kakatua.
"Polres Halmahera Selatan telah menangkap dan mengamankan barang bukti berupa 87 ekor burung Nuri bayan dan 40 ekor burung Kakatua putih yang berasal dr Ds Ranga Ranga, Batonang dan Boso Kec Gane Timur, Halmahera Selatan dan telah menahan 4 orang tersangka," ujar Siti dilansir dari detik.com, Sabtu (18/11/2017).
Namun sungguh malang nasib burung yang dimasukkan ke dalam paralon kecil ini, ada 6 ekor yang kemudian mati. Belum diketahui jenis burung apa yang mati itu.
"Dalam perjalanan yang cukup jauh (antar pulau) maka ada 6 ekor burung yg mati di perjalanan," sebut Siti.
"Petugas terus melakukan koordinasi dengan Polres Halsel untuk proses penegakan hukumnya," imbuh dia.

Burung kakatua yang dimasukkan ke paralon. (Foto: Dok. AFP/dtc)
Seperti diberitakan sebelumnya, polisi melakukan penggerebekan dan menangkap penyelundup burung-burung tersebut di Labuha, Maluku Utara, Senin (13/11). Penyelundup memasukkan burung di pipa paralon sempit yang bagian ujung pipanya terdapat kawat. Pipa paralon dibuat seperti kandang.
Dari foto terlihat kondisi burung-burung tersebut yang begitu memprihatinkan. Mereka berada di pipa paralon berukuran sempit yang tidak memungkinkan untuk bergerak leluasa.
Burung-burung juga tampak lemas di dalam 'kandang' pipa paralon tersebut. Burung kakatua putih sendiri terdaftar sebagai salah satu hewan yang terancam punah oleh Perhimpunan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN). [dtc]
Komentar Anda :