Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Dokumen AS: Pembunuh Kennedy Sempat Bicara dengan Agen Rusia
Jumat, 27 Oktober 2017 - 11:02:40 WIB
Selaku pembunuhan John F Kennedy, Lee Harvey Oswald (tengah), ternyata sempat berkomunikasi dengan seorang agen KGB Rusia dua bulan sebelum menjalankan aksinya pada 22 November 1963 silam. (University of North Texas/Handout/File Photo via Reuters)

SULUHRIAU- Satu persatu hasil penyelidikan kematian John F Kennedy terungkap melalui dokumen rahasia yang dirilis Amerika Serikat pada Kamis (26/10/207), salah satunya fakta bahwa pelaku pembunuhan, Lee Harvey Oswald, sempat berbincang dengan agen Rusia dua bulan sebelum beraksi.

Dalam salah satu dokumen rahasia yang dirilis di situs resmi badan Arsip Nasional AS, Badan Pusat Intelijen (CIA) disebut mengetahui Oswald berbicara dengan Valeriy Vladimirovich Kostikov, konsul di Kedutaan Besar Rusia di Meksiko yang ternyata seorang agen Komite Keamanan Negara Rusia (KGB), pada 28 September 1963.

CIA mengetahui fakta ini dari intersepsi telepon antara Oswald dengan Kedutaan Besar Rusia di Mexico City pada 1 Oktober 1963.


"Hal ini diketahui ketika Oswald menelepon Kedutaan Soviet pada 1 Oktober, menyebutkan namanya dan berbicara dengan bahasa Rusia tidak lancar, memaparkan fakta di atas dan menanyakan kepada penjaga yang menjawab telepon apakah ada "hal baru mengenai telegram ke Washington," demikian bunyi dokumen tersebut.

Setelah itu, sang petugas keamanan memeriksa sesuatu dan mengatakan kepada Oswald bahwa permintaan itu sudah dikirimkan, tapi belum ada yang diterima.

Seorang agen FBI, Pappich, menduga bahwa kedatangan Oswald ke kedubes saat itu adalah untuk mendapatkan paspor AS atau visa.

Pada poin kedua dalam dokumen tersebut, CIA menjabarkan rincian peran Kostikov dalam KGB. Menurut dokumen tersebut, Kostikov bertugas dalam operasi yang didukung oleh Departemen ke-13, badan bagian KGB dengan konsentrasi untuk sabotase dan pembunuhan.

Dokumen ini hanya salah satu dari 2.891 data yang dirilis oleh badan Arsip Nasional AS sesuai perintah dari Presiden Donald Trump.

Namun, ribuan dokumen itu belum mencakup keseluruhan data dari penyelidikan tragedi pembunuhan presiden ke-35 AS yang terjadi pada 22 November 1963 silam tersebut.

Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa ia sepakat untuk tak merilis sejumlah dokumen penyelidikan itu atas alasan keamanan.

"Departemen dan badan-badan eksekutif meminta saya agar sejumlah informasi tetap dirahasiakan demi keamanan nasional, penegakkan hukum, dan hubungan luar negeri," katanya.

Melanjutkan pernyataannya, Trump berkata, "Saya tidak punya pilihan saat ini selain menerima saran tersebut ketimbang membiarkan ada potensi ireversibel membahayakan keamanan nasional kita."

Sejumlah pejabat administrasi mengatakan kepada AFP, permintaan untuk merahasiakan sejumlah dokumen ini datang dari CIA dan FBI.

Reuters melaporkan, Trump awalnya ingin mengungkap semua dokumen mengenai tragedi pembunuhan itu, sesuai dengan perintah Kongres pada 1992 silam.

Mandat Kongres itu menetapkan, semua dokumen penyelidikan kematian presiden AS ke-35 itu harus dibuka untuk publik paling lambat pada 26 Oktober 2017.

Sumber: CNNIndonesia.com, detik.com




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat