Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Ekbis
Kerap Terjadi Kenaikan Signifikan,
Pemrov Riau tak 'Gubris' Biaya Transpotasi Cabe untuk Tekan Harga
Kamis, 19 Oktober 2017 - 09:20:41 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Kerap terjadinya pelambungan harga cabe merah di Pekanbaru dan Riau umumnya, menjadi momok bagi masyarakat terhadap kebutuhan ini.

Sayangnya, sejauh ini belum menunjukkan adanya formula atau solusi yang tepat mengobati 'penyakit kambuhan' harga cabe ini di Pekanbaru.

Saat ini, harga cabe merah di Pekanbaru masih bertengger di Rp50.000 per kilo gram, dari harga normal di bawah Rp24.000 per kilo gram.

Namun, menurut Kabid Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman sebenarnya ada skema untuk menstabilkan 'pedasnya' harga cabe itu ketika ada faktor-faktor yang mempengaruhi naiknya harga cabe.

Salah satu caranya kata Mas Irba, perlu adanya anggaran biaya transportasi dari central pengambilan cabe untuk kebutuhan di Pekanbaru atau Riau.

Misalnya cabe diambil dari Centra Cabe Bukit Tinggi, pemerintah mestinya menganggarkan biaya tranprotasi dari Bukit Tinggi itu hingga ke Pakanbaru atau ke daerh lain, sehingga tidak terjadi penggelambungan harga karena berbagai 'permainan' dalam pemasukan stok cabe ini.

Dikatakan, harga cabe misalnya di Centra Bukit Tinggi hanya Rp14.000 per kg. Jika pemerintah menganggarkan biaya transportasi ini akan membuat harga cabe murah atau stabil.

"Nah, kita dalam rapat-rapat TPID, sudah pernah menyarankan ke Pemrov Riau perlunya biaya anggaran transportasi dari centra cabe ke daerah Riau, seperti ke Pekanbaru, namun sejauh belum diakomodir oleh pihak Pemrov Riau," ujar Irba, Rabu, (18/10/2017) kepada Suluhriau.com.

Ia menambahkan, kebutuhan cabe di Pekanbaru sekitar 5 ton per hari, dan diperkirakan kebutuhan cabe di Riau sekitar 50 ton per hari. Untuk Pekanbaru, sekitar 80 persen dipasok dari daerah luar.

Biaya tranportasi tersebut kewenangan Pemrov Riau, karena pasokan dari luar. Jika biaya ini ada, kemungkinan besar tidak akan terjdi permainan harga yang tinggi. Sebab, harga yang tinggi ini, karena dipengaruhi banyak faktor dari biaya yang dikeluarkan pihak yang memasok cabe ini.

Sebenarnya, jika dilakukan dengan skema yang baik, maka harga cabepun tidak akan sampai Rp50.000 per kg sampai di Pekanbaru kalau hanya didatangkan dari Sumbar. "Tapi karena sudah banyak tangan, biaya ini biaya itu, inilah yang mendongkrak harga cabe itu bisa lebih mahal seperti yang kerap terjadi ini.

Sebelumnya, Tim pengendalian inflasi daerah (TPID) dari BI  juga kesulitan mengendalikan harga cabe merah yang mengalami lonjakan signifikan.

Sejauh ini tengah dilakukan upaya pengendalian dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya dengan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Ketua tim Advisory dan pengembangan ekonomi kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau, Irwan Mulawarman mengatakan, TPID Riau masih mencari formula untuk mengendalikan kenaikan harga cabai merah. Sejauh ini beberapa upaya yang dilakukan TPID belum berhasil. [yas]





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat