Masyarakat dan Basarnas Bersatu Cari Siswa SMAN I Kuok Tenggelam di Sungai Kampar
Sabtu, 07 Oktober 2017 - 12:31:14 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Pihak Basarnas, Tagana beserta masyarakat sekitar, bekerja keras mencari Fahrul Efendi siswa SMAN I Kuok korban tenggelam di sekitar Jembatan Desa Ganting, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar.
Korban tenggelam tenggelam pada Jum'at (6/10/2017) sore kemarin. Kontributor suluhriau.com mengatakan, sejak pagi hingga jelang siang ratusan masyarakat ikut mencari korban.
Bahkan, jiga ada petugas dari Badan SAR Nasional (Basarnas), Tagana Kabupaten Kampar, BPBD Kampar serta pihak kepolisian. "Ini lagi masih mencari," ujar salah seorang warga ikut mencari mengirim pesan.
Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Ganting, Didin Syafruddin, pencarian dilakukan selain penyelaman dan menggunakan alat tradisional seperti jala yang dilakukan masyarakat, upaya lain yang dilakukan Basarnas, Tagana dan tim lainnya yaitu dengan membuat gelombang di dalam air.
Namun hingga pukul 09.00 WIB Sabtu (7/10/2017) korban belum ditemukan.
Seperti diberitkan sejumlah media, saksi mata detik-detik kejadian tenggelamnya korban, Albaidani (48) mengatakan, saat itu korban berada di atas sekitar jembatan. Ia melihat korban bersama dua temannya lainnya sedang asik berenang di bagian tengah Sungai Kampar sekitar di bawah jembatan gantung Desa Ganting.
Awalnya ia tidak memiliki firasat apa-apa dan bakal terjadi kejadian ini karena seperti biasa korban yang juga anak kurang mampu ini bekerja membuat batu bata di sekitar lokasi kejadian. Korban juga bisa berenang dan sudah biasa mandi-mandi bersama teman-temannya kalau sudah selesai bekerja.
Tiba-tiba korban terlihat hilang timbul dan tampak seperti minta tolong. Melihat hal itu ia langsung meneriaki teman-temannya agar menolong korban dan Albaidani langsung berlari ke bawah dan melakukan upaya pertolongan.
Namun tak hanya berselang beberapa detik korban sudah tenggelam. Ia menyuruh teman-temannya mengabari orang kampung dan keluarganya.
Teman-teman korban kata Albaidani mengira awalnya korban bergurau. Pasca kejadian, Albaidani bersama beberapa warga langsung melakukan upaya pencarian termasuk menggunakan jala di lokasi tenggelamnya korban. [syf,ckl)
Komentar Anda :