Penyaluran Kredit Sektor Pertanian di Riau Anjlok
Selasa, 03 Oktober 2017 - 16:50:23 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Penyalurunan kredit sektor pertanian di Riau anjlok. Tren ini menunjukkan penurunan harga komoditas perkebunan dan berdampak terhadap kinerja perbankan di Riau.
Penyusutnya penyaluran kredit untuk sektor pertanian pada triwulan dua tahun 2017, atau tumbuh negatif sebesar 4,31 persen secara "year on year" (yoy).
Hal itu dikatakan Kepala Kantor BI Perwakilan Riau Siti Astiyah. "Penyaluran kredit sektor pertanian terutama didorong penurunan subsektor perkebunan kelapa sawit, pada triwulan II 2017 tumbuh negatif sebesar 4,52 persen secara year on year, turun dibanding triwulan sebelumnya tercatat 1,48 persen," katanya.
Penyaluran kredit pada sektor pertanian masih didominasi subsektor perkebunan kelapa sawit dengan pangsa 92,80 persen dari total kredit pertanian atau sebesar Rp11,93 triliun.
Secara sektoral, kredit bermasalah (non performing loan/npl) sektor pertanian juga meningkat pada triwulan II-2017 pada level 3,80 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan I-2017 yang sebesar 3,20 persen.
Secara keseluruhan terjadi perlambatan pertumbuhan penyaluran kredit perbankan riau dari 2,89 persen pada triwulan I-2017 menjadi 1,08 persen pada triwulan II.
Siti Astiyah mengatakan, penyaluran menyebabkan risiko kredit perbankan naik dari 3,53 persen jadi 3,69 persen karena pengaruh peningkatan npl, lebih tinggi daripada kredit yang tercatat.
Turunnya penyaluran kredit sektor pertanian menjadi penyebab utama, karena penyerapan kredit perbankan masih didominasi sektor tersebut bersama sektor perdagangan yang masing-masing sebesar 21,80 persen dan 21,24 persen, nilai kredit tiap sektor mencapai Rp12,85 triliun dan Rp12,52 triliun. [slt]
Komentar Anda :