Jumat, 02 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Peristiwa
Disinyalir Soal 'Bagi-bagi' tak Putus Ulu Kasok Dipagar,
Pagar Kawat Berduri Kawasan Wisata Ulu Kasok Dibuka
Jumat, 29 September 2017 - 10:17:30 WIB

KAMPAR, Suluhriau- Setelah dipagar dengan kawat berduri oleh yang mengaku pemilik lahan Ulu Kasok, Kecamatan XIII Kampar, Riau, sejak Kamis 28 September 2017 dibuka.

Pagar kawat berduri sebelumnya Pagar kawat berduri di puncak Bukit Ulu Kasok, objek wisata yang mirip Raja Ampat Papua akhirnya dibuka.

Pagar kawat berduri sempat tiga hari terpasang di lokasi itu, dan pada Kamis (28/9/2017) siang oleh pengelola dan pihak keluarga yang memasang pagar kawat.

Pembukaan pagar ini dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB. Ini dilakukan setelah adanya kesepakatan antara pihak pengelola dengan Zulkifli selaku pihak yang memasang pagar kawat tersebut.

Ini dari hasil kesepakatan mediasi yang difasilitasi oleh Pemkab Kampar. Hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar, Syamsul Bahri dan Camat XIII Koto Kampar Amiruddin yang dilaksanakan di kantor Camat XIII Koto Kampar di Batubersurat Kamis.

Semula sempat terjadi dialog yang alot. Melebar ke permasalahan saling klaim lahan. Zulkifli misalnya, dia menyebut bahwa tanah yang dipagarnya itu adalah miliknya. Hal itu dibuktikan dengan sertifikat tanah milik sepadannya.

"Dalam sertifikat itu, dituliskan sepadannya adalah tanah saya. Dua sertifikat yang menuliskan bahwa bersepadan dengan tanah saya. Artinya itu adalah tanah saya," ujarnya.

Hasan yang diwakili oleh Idas selaku yang memegang sertifikat tanah, juga menyebut tanah yang ada di puncak Ulu Kasok itu adalah miliknya. Tanah itu dibeli dari Syafrudin dengan luas 8 hektare. "Tanah ini dibeli tahun 1996 dan sertifikatnya tahun 1997," ujar dia.

Namun karena adanya saling klaim, Idas juga telah mengusulkan untuk pengukuran ulang oleh BPN. Semua pihak pun sepakat usulan itu. "Saya sudah ajukan untuk ukur ulang. Besok (Jumat, red) BPN turun ke lapangan," kata dia.

Setelah nanti dilakukan pengukuran ulang, barulah dilakukan pembahasan selanjutnya. Menentukan siapa pemilik tanah sebenarnya.

Agar pembahasan tak melebar, dengan sigap Camat Amiruddin dan Kadis Pariwisata Syamsul Bahri, langsung membatasi dialog itu. "Saya memohon untuk buka pagar itu. Kalau persoalan batas tanah, di kemudian hari kita bahas," kata Amiruddin saat memimpin mediasi.

Amiruddin pun meminta kepada semua pihak untuk berjiwa besar, untuk membuka pagar itu. Sehingga kata dia, tidak tercipta paradigma buruk terhadap wisata Ulu Kasok. "Mari kita carikan solusinya, agar tak ada pihak yang merasa dirugikan," jelasnya.

Menanggapi itu, Zulkifli pun menyanggupi permintaan untuk dibukanya pagar kawat tersebut. Pada prinsipnya, Zulkifli tidak ingin mengganggu perekonomian masyarakat di Ulu Kasok.

"Saya ini sebenarnya pendukung wisata. Tapi, pihak pengelola tidak ada berkomunikasi dengan kita," sebutnya.

Katanya, pihak pengelola yang banyak mendapatkan hasil dari kunjungan wisata. Namun dirinya tak dapat bagian. "Saya tidak akan senang kalau tidak dapat perolehan," ujarnya.

Kemudian, yang mendorongnya untuk memagari itu, karena pengelola telah menebang pohon-pohon yang ada di tanahnya. Bahkan, penebangan pohon itu tidak meminta izin kepadanya. "Jadi begini saja, berapa dia sanggup untuk memberi saya," katanya. Dia menuntut, ganti rugi kayu yang sudah ditebang.

Tapi terkait tuntutan itu, baik ganti rugi pohon yang ditebang, persoalan lahan, dan soal bagi hasil keuntungan kunjungan Ulu Kasok, dia menyanggupi untuk dibahas di kemudian hari.

"Silahkan buka hari ini pagar itu. Tapi jangan pula saya yang membukanya. Banyak sekali rugi saya," cetusnya.

Dari pantauan di lokasi objek wisata Ulu Kasok, beberapa orang menggunakan peralatan membuka pagar kawat berduri dan kayu-kayu pagar. Proses pembukaan pagar berlangsung lancar dan damai.

Riski Dermawan, salah satu fotografer di lokasi itu mengaku pedagang sangat bersyukur dengan dibukanya pagar di puncak Bukit Ulu Kasok. Pengunjungpun gembira kawasan itu  tak lagi ada pagar kawat berduri. [syf,ckl]




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat