Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Duterte Perintahkan Anaknya Dibunuh Jika Terlibat Narkoba
Jumat, 22 September 2017 - 09:47:07 WIB
Presiden Rodrigo Duterte (kanan) berjanji dia takkan menjadi sosok munafik jika anak-anaknya, termasuk Paolo (kiri) terbukti terlibat narkoba. (AFP/Reuters)

SULUHRIAU, Manila- Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengatakan akan memerintahkan putranya dibunuh jika tuduhan dia terlibat perdagangan narkoba terbukti.

"Saya perintahkan kamu dibunuh jika kamu ditangkap. Dan saya akan melindungi polisi yang membunuh kamu, jika (tuduhan) ini benar," kata Duterte kepada wartawan, menirukan apa yang dia katakan kepada putranya, Paolo.

Pada awal bulan ini, Paolo Duterte dihadirkan dalam sidang Senat Filipina. Saat itu dia membantah terlibat dalam operasi penyelundupan narkoba bernilai jutaan dollar seraya menegaskan tuduhan atasnya tidak beralasan dan menolak menjawab pertanyaan.

Menantu presiden, Manases Carpio, juga hadir di sidang untuk membantah terlibat dalam pengiriman narkoba dari Cina ke Manila, yang nilainya diperkirakan mencapai US$ 125 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun.

Sejak berkuasa pertengahan tahun lalu, Presiden Duterte melancarkan operasi besar-besaran untuk melawan narkoba di Filipina dengan mengizinkan aparat keamanan menembak mati para pengedar narkoba.

Sejauh ini polisi sudah menewaskan sekitar 3.800 terduga pengedar narkoba sementara ribuan lainnya tewas tidak jelas.

BACA JUGA: Dituduh Terlibat Pengiriman Narkotika asal China, Putra Presiden Filipina: Itu Kabar Angin

Duterte berjanji untuk mengundurkan diri jika ada anggota keluarganya yang terlibat dalam perdagangan narkoba.

Demonstrasi anti dan pro-Duterte

Kebijakan 'tembak di tempat' bagi pengedar narkoba dan ancaman untuk memberlakukan kembali undang-undang darurat perang yang dilontarkan Duterte memicu demonstrasi di luar istana kepresidenan.

Para demonstran mengusung poster bertuliskan 'Stop Pembunuhan' dan 'Katakan tidak untuk UU Darurat Perang'. Mereka juga membakar sebuah lukisan potret Duterte.

Wakil Presiden Filipina, Leni Robredo seorang politisi liberal yang tidak turut berkampanye bersama Duterte menyerukan kepada warga Filipina untuk mengingat masa penindasan pada era kekuasaan Ferdinand Marcos. Mantan presiden Filipina itu dikenal sebagai sosok yang pernah memberlakukan UU Darurat Perang. "Jika kita tidak mengingat masa lalu, kita akan mengulanginya," katanya.

Di lain pihak, walau Duterte dikecam, terdapat aksi mendukung presiden yang diikuti ribuan orang. Persentase popularitas Duterte di Filipina tetap tinggi, meski kebijakan-kebijakannya dan pernyataan publik yang dia lontarkan kerap kontroversial.

Sumber: BBC Indonesia, Detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat