Harga Tidak Stabil, Petani Sayur Bergantung ke Tengkulak
Kamis, 21 September 2017 - 17:36:33 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Petani sayur Riau mengeluhkan tidak adanya pasar komoditas yang memiliki ketetapan dan stabilisasi harga jual produk pertanian di pasar, sehingga terpaksa bergantung kepada tengkulak.
Harga jual produk pertanian yang tidak stabil ini bukan hanya terjadi di pasar tradisional tetapi juga pasar modern.
Menurut Ketua Gabungan Koptan Argo, Percasi Suwarno di DesaKkarya Indah Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar mengaku, tengkulak atau pedagang saat menampung hasil pertanian menentukan sendiri harga petani.
Kendala pemasaran membuat petani tidak menikmati keuntungan, sebaliknya tengkulak atu pedagang justru mendapat selisih harga yang sangat besar.
Dia mencontohkan selisih harga tolak tingkat petani dengan eceran di pasar tradisional hampir lima kali lipat seperti harga seikat sayur bayam di ladang ditolak Rp 500 per ikat, padahal pengecer sayuran di pasaran menjual Rp 2.500 per ikat.
Kendala lain yang dihadapi setiap tahun saat harga sayur meningkat, petani tidak bisa langsung menikmati, harus berlangsung lama terlebih dahulu. sebaliknya jika pasaran jatuh keesokan harinya tengkulak langsung menerapkan harga murah.
Suwarno mengatakan, permasalahan lain adalah kekhawatiran kelangsungan lahan pertanian sayur karena adanya penggusuran akibat alih fungsi lahan menjadi bangunan dan perumahan.
Pihaknya berharap pemerintah memberikan solusi karena 90 persen hasil sayuran dan holtikultura di Riau memenuhi permintaan lokal. [slt]
Komentar Anda :