Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Ekbis
Segera Terbang,
N219 dan Kebangkitan Pesawat Buatan Indonesia
Sabtu, 12 Agustus 2017 - 12:42:28 WIB

TERKAIT:
 
 

SULUHRIAU,  Suluhriau- Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini bakal terasa lebih spesial. Semangat kemerdekaan dan kemandirian terwakili pada produk pesawat terbang buatan anak bangsa.

Sebelum 17 Agustus 2017, 'burung besi' buatan anak bangsa, N219 akan menjalani uji terbang atau terbang perdana.

Pembuat pesawat N219, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) yang dibiayai Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menjadwalkan serangkaian uji coba agar adik dari pesawat Gatotkaca N250 itu bisa terbang mulus sebelum HUT RI ke-72.
 
Serangkaian uji pesawat N219 yang dijalani yaitu uji kecepatan tinggi dan mengangkat roda depan, yang sudah lancar dilakukan. Pada Jumat 11 Agustus 2017, pesawat N219 itu menjalani uji hoping, uji mengangkat terbang rendah, terus mendarat lagi. Setelah uji hoping, PT DI akan menjalani uji terbang.

Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin mengatakan, sebelum menjalani terbang perdana, pesawat N219 harus mengantongi izin dari Kementerian Perhubungan sebagai otoritas penerbangan di Tanah Air. Thomas mengatakan, izin tersebut sudah ada, namun tinggal menunggu tahapan akhir dari Kemenhub.

"Tinggal menunggu kesiapan Tim Dirjen Perhubungan Udara untuk memverifikasi uji terbang," katanya, Kamis 10 Agustus 2017.

Pesawat N219 merupakan pesawat angkut ringan yang memiliki kemampuan dapat beroperasi di daerah penerbangan perintis, daerah terpencil atau pedalaman yang bandaranya tak terlalu panjang.

Pesawat N219 diharapkan mampu menjawab kebutuhan yang melayani operasional bandara perintis dan optimis mampu menguasai pasar pesawat terbang di kelasnya.

Selain pesawat N219, Indonesia juga menunggu akhir panjang dari pesawat penumpang regional jarak pendek bermesin twin-turboprop, R80.

Pesawat buatan Ilthabi Rekatama, PT Eagle Capital bersama PT DI itu memang masih ditargetkan beredar di langit nusantara pada 2023, sebab purwarupa R80 akan dimulai 2018 dan rampung 2021. Seperti halnya pesawat N219, pembuatan pesawat R80 yang dikawal oleh Ilham Habibie ini mempunyai semangat untuk meneruskan peluang emas kemandirian industri dirgantara Indonesia sejak 1995.

Pada 22 tahun lalu, Indonesia sudah menapaki jalur tinggal landas untuk membangun kemandirian industri pesawat dalam negeri dengan keberhasilan uji terbang pesawat N250. Namun akhirnya akibat krisis ekonomi 1997, proyek ini dipaksa berhenti.

Kemajuan dari N219 dan R80 disambut gembira disertai harapan tinggi pemangku kepentingan industri penerbangan dalam negeri.

Mantan Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI, Andi Alisjahbana, yakin N219 bisa mulus terbang di langit Indonesia. Sebab pesawat ini memang dihadirkan khusus sesuai dengan karakter wilayah Indonesia.

"Pesawat N219 ini memang dirancang dan dibuat dengan teliti oleh anak bangsa sehingga sesuai dan cocok untuk keperluan transportasi antar pulau dan pedalaman di Indonesia," jelas Andi yang kini menjabat Tenaga Ahli Bidang Pengembangan Pesawat Terbang PT DI kepada VIVA.co.id, Jumat 11 Agustus 2017.

Dia berharap, N219 sesuai yang diinginkan bisa menopang dan menghubungkan antar daerah di Indonesia. Di luar itu, pesawat ini bisa membuat penduduk pedalaman bisa terakses dengan dunia luar tak seperti sebelumnya.

Pesawat anak bangsa tersebut layaknya oase di tengah mati surinya industri penerbangan Tanah Air sejak 19 tahun terakhir. Mantan Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal menuturkan, pesawat R80 momen kebangkitan industri. Untuk itu dia berharap R80 didukung penuh pemerintah.

Sebab pembangunan pesawat regional penumpang ini butuh dana paling tidak US$600-700 juta. Dana itu dipakai mulai dari engineering, purwarupa, dan pengujian pesawat terbang baik di darat maupun udara. Ia pun mendukung pembuatan R80 sehingga bisa bersaing dengan beberapa negara yang masih membuat pesawat jenis serupa.

Sumber: vivanews.co | Editor: Khairul




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat