Menko Perekonomian Datang, BEM UR Serukan Tolak Garam Impor
Senin, 31 Juli 2017 - 16:31:46 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Pihak Badan Ekeskutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (UR) menyerukan penolakan garam impor.
Penolakan ini disampaikan sempena kehadira Menko Perekonomian Darmin Nasution, yang datang ke Pekanbaru dengan agenda mengisi acara seminar nasional kemitraan strategis untuk pengembangan ekonomi kerakyatan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang ditaja Ikatan Sarjana Indonesia (ISEI) di Hotel Pangeran, Senin (31/7/2017).
Usai acara, Presiden Badan Ekeskutif Mahasiswa BEM UR saat itu ingin bertemu Menko Perekonomian Darmin Nasution.
Maksud keinginan mahasiswa berjumpa Menko Perekonomian tersebut, terkait dengan aspirasi untuk menyampaikan penolakan terkait kebijakan pemerintah pusat yang mengimpor garam.
"Jika ada aspirasi kasih aja dengan staf saya," kata Darmin kepada mahasiswa tanpa memberi waktu kepada mahasiswa dengan langsung menutup pintu mobil Alfard bernomor RI 18.
Mahasiswa ingin bertemu membicarakan soal impor garam, yang dinilai tak etis. Karena menurutnya kebijakan impor garam tersebut justru semakin membuat petani menjerit.
"Sebenarnya banyak yang ingin kami sampaikan dengan Menteri. Tapi sepertinya niat baik kami tak dianggap. Soal garam impor inikan harusnya tak terjadi. Kenapa kita negara Indonesia yang akan potensi garam justru malah mengimpor," ujar Presiden BEM UR, Rinaldi Pare-pare bersama sejumlah mahasiswa lainnya.
Selain itu, Rinaldi juga mengkritis sikap pemerintahan pusat yang dipimpin Joko Widodo. Karena dulu berjanji memberlakukan harga bahan bakar sesuai pasaran, tapi gilirian turun malah tak turun-turun.
Begitu juga kebijakan menaikan tarip listrik, juga dipandang terlalu membebani masyarakat, khususnya eknomi menengah ke bawah.
"Apa yang disampaikan menteri tadi dalam seminar, bahwa perekonomian kita baik sangat bertolak belakang. Petani kita sejahtera, pengangguran seperti disampaikan Menteri Tenaga Kerja juga tidak sesuai dengan kenyataan," ujar Rinaldi.
Sayangnya, Menteri tidak menggubris maksud mahasiswa ini dan berlalu meninggalkan mahasiswa. [slt]
Komentar Anda :