Riau Jadi Pusat Kebudayaan Melayu, Warisan Khasanah Budaya Alami Pendangkalan
Senin, 31 Juli 2017 - 08:51:05 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Pemrov Riau melalui visinya tetap berkomitmen daerah ini sebagai pusat kebudayaan melayu di asia tenggara pada tahun 2020.
Ini sebagaimana tertuang dalam visi daerah yang secara eksplisit sudah ditetapkan dalam peraturan daerah (perda) Provinsi Riau Nomor 36 tahun 2001, yakni "Terwujudnya provinsi riau sebagai pusat perekonomian dan kebudayaan melayu di asia tenggara tahun 2020 dalam lingkungan masyarakat yang agamis, sejahtera lahir dan batin."
Ini kembali ditegaskan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dalam acara pengukuhan pengurus lembaga adat Melayu Riau, Sabtu (29/7/2017) di Pekanbaru.
Namun disi lain Gubri juga menyampaikan, warisan khasanah adat dan budaya melayu terus mengalami pendangkalan.
Gubri yang juga merupakan datuk setia amanah masyarakat Riau mengaku kini terjadi penurunan semangat integritas dikarenakan semakin minim dan terbatasnya gerakan dan sosialisasi atas nilai-nilai adat-budaya melayu.
Adat-budaya masyarakat Melayu Riau masa lampau mewariskan khasanah yang kaya berupa nilai, norma dan kearifan universal, kebiasaan berpola tradisi, karya artefal dan kekayaan alam yang berlimpahruah, sehingga harus dilestarikan.
Maka melalui lembaga adat melayu (LAM) Riau yang berdiri sejak tahun 1970 lalu bertujuan untuk menggali, melindungi dan mengembangkan adat istiadat Melayu di Seluruh Provinsi Riau demi kemaslahatan bersama.
Sementara itu, Kadispariwisata Riau Yose Rizal mengatakan, berbagai kegiatan terus dilaksanakan untuk mewujudkan visi dan misi tersebut karena tinggal beberapa tahun lagi.
Seluruh instansi, lembaga maupun masyarakat wajib menjalankan visi dan misi tersebut guna mencapai riau sebagai pusat kebudayaan Melayu di asia tenggara. [slt]
Komentar Anda :