Kamis, 01 Oktober 2026 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
 
 
☰ Ekbis
Patut Dicatat Bagi Pembudidaya,
Sepuluh Fakta Wabah Virus Tilapia pada Ikan Nila
Selasa, 04 Juli 2017 - 09:48:22 WIB
Kolam Ikan Nila yang diusahakan oleh warga Sentajo, Kuantan Singingi Riau (foto Suluhriau.com)

SULUHRIAU- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali memberikan peringatan pada pembudidaya ikan akan bahaya wabah Tilapia Lake Virus (TiLV) atau virus Tilapia pada ikan nila pada Senin (3/7/2017).

Peringatan ini bukanlah yang pertama. Pada April lalu, KKP melalui Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) KKP juga pernah merilis siaran yang menyebutkan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP telah mengeluarkan larangan tentang impor ikan nila dari negara terkena wabah pada 6 April 2017.

Dua pekan setelahnya, 21 April 2017, BKIPM memperkuat larangan itu dengan memerintahkan seluruh Unit Pelaksana Teknis Karantina Ikan untuk melakukan tindakan penolakan terhadap impor ikan nila (hidup/mati) yang berasal atau transit dari negara-negara yang disebutkan telah terkena wabah.

Apa dan bagaimana sebenarnya Tilapia Lake Virus ini? Dirangkum dari sejumlah sumber, berikut sepuluh fakta awal mengenai virus pada ikan tersebut:

1. Tilapia Lake Virus (TiLV) pertama kali teramati di Israel pada 2009. Gejalanya, terjadi penurunan panen ikan nila, dari empat tahun sebelumnya 300 ton menjadi 8 ton.

2. Pada awalnya tidak diketahui jenis virus yang melanda ikan, sampai penyakit yang sama muncul di perikanan Ekuador, Mesir, Kolombia dan Thailand. Pada Juni 2017 lalu, Taiwan, dilaporkan menjadi negara ke-enam yang terkena virus ini.

3. Penyebabnya Orthomyxo-like virus, genus baru dari family Orthomyxoviridae. Virus ini bereplikasi di inti dari sel ikan. Hidup di perairan tawar dan payau.

4. Stadium rentan ada pada benih. Dilaporkan 90 persen kematian terdapat pada benih nila merah umur 1 bulan pasca tebar di pembesaran, sisanya pada ikan dewasa.

5. Virus ini masih baru dan perkembangan serta penyebaran virus terus diperbaharui setiap tahun. Vaksin yang digunakan untuk pencegahan maupun pengendaliannya masih dalam tahap penelitian dan pengembangan.

6. Ciri-ciri ikan yang terkena virus Tilapia yakni tubuh menghitam, erosi pada kulit, pembengkakan rongga perut, dan pembengkakan dan katarak pada mata.

7. Penyebaran penyakit ini bisa melalui air atau kontak antar ikan. Dalam satu atau antar kolam, wabah TiLV bisa menyebabkan kematian hingga 80-100 persen.

8. Food and Agriculture Organization (FAO) memberikan sejumlah rekomendasi di antaranya uji diagnostik ikan untuk TiLV, karantina dan monitoring ikan, serta respon tanggap darurat berupa penahanan hingga eradikasi bila positif TiLV.

9. Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui BKIPM (Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu) telah menerbitkan surat pemberitahuan atau peringatan akan waspada nila dari negara terjangkit dengan menolak impor nila dan melakukan pengecekan laboratorium pada nila impor.

10. Hingga saat ini belum ada laporan hubungan penyakit ini dengan kesehatan manusia dan isu terkait konsumsi nila terinfeksi dari berbagai negara.

Sumber: CNNIndonesia.com | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    02 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    03 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    04 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    05 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    06 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    07 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    08 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    09 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    10 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    11 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    12 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    13 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    14 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    15 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    16 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    17 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    18 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    19 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    20 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    21 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    22 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat