9 Pendaki Asal Pekanbaru Masih Terjebak,
16 Orang di Puncak Merapi Saat Meletus Didominasi Warga Pekanbaru dan Kuansing
Senin, 05 Juni 2017 - 17:47:41 WIB
SULUHRIAU, Padang, Sebanyak 9 orang pendaki asal Pekanbaru, masih terjebak di Puncak Cadas Gunung Marapi, usai terjadi dua letusan pada Minggu (4/6/2017) siang.
Sebelumnya, sebanyak 16 orang pendaki asal Pekanbaru, berada di puncak cadas pada Minggu siang itu.
Namun, hingga pukul 21.45 WIB, Minggu (4/6/2017), baru tujuh dari 16 pendaki asal Kota Pekanbaru, Riau, yang kembali dengan selamat di Posko Koto Baru.
"Pencarian dihentikan pada Senin dinihari itu, untuk istirahat dan santap sahur," ungkap Kapolres Padangpanjang, AKBP Cepi Noval melalui pesan whatsapp seperti dimuat valora.co.id dikutip tribunews.com.
Kompol Arifin Daulay, Kabag Ops Polres Padangpanjang yang memimpin operasi pencarian, mengatakan, pada pukul 02.40 WIB dikabarkan melalui radio PMI, tim sudah mendekati Puncak Cadas. Karena tak ditemukan, tim memilih untuk istirahat.
"Perjalanan dilanjukan setelah santap sahur. Informasi sementara, belum didapat informasi terkait pendaki yang masih belum ditemukan itu," ungkap Kompol Arifin Daulay.
Para pendaki ini merupakan satu kelompok yang tercatat sebagai karyawan sebuah usaha Karaoke Keluarga di Kota Pekanbaru.
Mereka sengaja mendaki Gunung Marapi, mengisi masa liburan selama Ramadhan. Mereka melakukan pendakian, sudah melapor lebih dulu pada petugas penjaga Pos Gunung Marapi, Rahmat. Mereka mulai mendaki sekitar pukul 06.00 WIB, Sabtu (3/6/2017).
Direncanakan, mereka akan kembali pada Minggu siang. Namun, karena ada letusan, mereka jadi tercerai berai," ungkap Kompol Arifin Daulay.
Sebelumnya, Basarnas Padang mengirimkan 1 team dengan 13 orang personel, untuk membantu evakuasi 16 pendakasi asal Provinsi Riau yang terjebak di Puncak Cadas Gunung Marapi, usai terjadi dua letusan pada Minggu (4/6/2017) siang.
"Tim Basarnas Padang kita berangkatkan sekitar pukul 20.00 WIB, untuk membantu proses evakuasi bersama tim lainnya yang sudah duluan di lokasi kejadian," ungkap Kepala Basarnas Padang, Sumpeno Yuwono.
Informasi yang dirangkum, dari 16 orang pendaki yang tengah berada di puncak saat terjadi letusan, sebanyak tiga orang telah kembali ke posko dengan keadaan selamat.
Sementara, 13 orang rekannya masih belum kembali.
Informasi dari salah seorang yang telah sampai di posko, Dwi menyebutkan, lima orang rekannya masih berada di lokasi cadas pada Minggu siang jelang sore tadi.
Sementara, delapan orang lainnya masih tersesat di dalam hutan Gunung Marapi.
Sebanyak 23 orang tim pencari dari unsur Polres Padangpanjang (3 orang), Brimob (7 orang), BPBD Kesbang (5 orang), PMI Bukittinggi (5 orang) dan relawan (3 orang), hingga Senin (5/6/2017 dinihari, sekitar pukul 03.00 WIB, masih belum menemukan pendaki yang tercerai berai usai letusan Gunung Marapi, Minggu siang.
"Yandri tidak jelas keberadaanya karena terpisah dari kelompok 8 orang tersebut di atas, " ungkap Kompol Arifin Daulay.
Sementara itu, dari daftar 16 orang yang Daftar 16 Nama yang berada di puncak Gunung Marapi Sumbar saat mletus, mayoritas Warga Pekanbaru dan Kuansing.
16 pendaki gunung tersebut yakni;
1. Roby (23) domisili Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru.
2. Tander (24) warga Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru.
3. Irwandi (24) warga Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru.
4. Dwi Puspita (25) warga Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru.
5. Roky (20) warga Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru.
6. Ahmad Afis (25) warga Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru.
7. Agus Riadi (24) warga Pulau Inggu Kabupaten Kuantan Singingi.
8. Agus Salim (24) warga Pulau Inggu Benai Kab Kuansing.
9. Sarul (17) warga Pulau Inggu Kab Kuansing.
10. Yusuf (22) warga Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru.
11. Nanda (23) warga asal Kota Payakumbuh Sumbar.
12. Rahmat (23) warga asal Kota Payakumbuh Sumbar.
13. Rolen (17) asal Pulau Inggu Kec Benai Kab Kuansing.
14. Herman (40) asal Pulau Inggu Kec Benai Kab Kuansing.
15. Abdul Mukni (24) asal Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru
16. Yandri (15) Pelajar SMP asal Pulau Inggu Kec Benai Kab Kuansing.
Sumber: Valora.co.id, tribunews, merdeka.com
Editor : Jandri
Komentar Anda :