Kamis, 01 Oktober 2026 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
 
 
☰ Ekbis
Limbah Abu PLTU Program 35.000 MW Diolah Jadi Struktur Jalan
Minggu, 04 Juni 2017 - 12:00:22 WIB
Foto int

SULUHRIAU, Jakarta - PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) Sektor Pembangkitan Asam-Asam berinovasi dalam pengelolaan lingkungan. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Abu Terbang dan Abu Dasar (FABA) yang dihasilkan PLTU sebagai Road Base (struktur jalan).

Pengelolaan ini merupakan pertama kali yang berhasil diimplementasikan dari PLTU PLN lainnya yang ada di Indonesia. Pemanfaatan ini berangkat dari banyaknya volume produksi FABA yang dapat mencapai 40 ton per hari.

Bahkan, deposit FABA di penampungan (ash pond) PLTU Asam-Asam saat ini mencapai kurang lebih 356.000 ton.

Implementasi pemanfaatan limbah B3 FABA ini ditinjau langsung oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Dirjen Ketenagalistrikan Ir. Munir Ahmad, Direktur Perijinan Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sayid Muhadhar, Kepala Pusat Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Kepala Divisi Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan Lingkungan (K3L) PT PLN (Persero) Helmi Najamuddin di PLTU Asam Asam, Jumat (2/6/ 2017).

Kepala Divisi K3L PT PLN (Persero) Helmi Najamuddin dalam kesempatannya menyampaikan bahwa program pengelolaan limbah ini sejalan dengan salah satu misi PLN, yaitu menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

"Program 35.000 MW berpotensi meningkatkan produksi fly ash dan bottom ash juga, maka dari itu perlu penyerapan dan pemanfaatan yang sebanding demi terjaganya lingkungan," jelas Helmi, dikutip dari lansiran detik.com Ahad, (4/6/2017)

Helmi juga menambahkan ke depannya PLN terus akan mengembangkan penelitian lainnya terkait pemanfaatan limbah B3. "Ini akan terus kita kembangkan, terutama dalam sektor pembangunan infrastruktur dan pekerjaan umum," ujarnya.

Program ini juga sebagai bentuk dukungan PLN terhadap kesepakatan bersama antara Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Dirjen PSLB3 KLHK, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR tentang Kerjasama Penelitian Pengembangan dan Penerapan Teknologi serta Percepatan Pemanfaatan Abu Terbang (Fly Ash) dam Abu Dasar (Bottom Ash) dari PLTU Batubara untuk pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

PLTU Asam Asam sendiri juga telah mengantongi izin dari KLHK terkait pengelolaan limbah yang dilakukan yaitu Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: SK. 942/Menlhk/Setjen/PLB.3/12/2016. Sementara Implementasi yang telah dilakukan PLTU Asam Asam saat ini yaitu pembuatan akses jalan PLTU sepanjang 1 km. [dtc]

Editor: Khairul




 
Berita Lainnya :
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    02 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    03 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    04 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    05 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    06 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    07 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    08 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    09 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    10 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    11 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    12 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    13 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    14 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    15 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    16 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    17 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    18 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    19 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    20 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    21 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    22 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat