Sampaikan Doa dan Ingat Kematian, TPU Ramai Diziarahi Jelang Puasa
Sabtu, 20 Mei 2017 - 14:25:33 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Ziarah kubur bagi umat muslim setiap akan masuk bulan puasa atau lebaran tetap dilakukan.
Sebagian masyarakat untuk berziarah ke makam orang tua atau sanak saudara, di makam tersebut, peziarah bersama-sama memanjatkan berdoa untuk orangtua dan saudara mereka lebih dulu meninggal.
Sehingga momentum jelang Lebaran 1438 H, dimanfaatkan warga melakukan ziarah kubur ke sejumlah tempat pemakaman umum (TPU), peziarah memadati pekuburan dan memanfaatkan akhir pekan ini menyambut ramadhan.
Salah seorang peziarah, Zulkarnain, yang berziarah di TPU Senapelan Sabtu, (20/5/2017) mengaku, ziarah kubur jelang masuk puasa sudah menjadi tradisi, dan menurut sebagian umat Islam sesuai dengan ajaran agama.
Selain memanjatkan doa untuk anggota keluarga yang sudah meninggal. Menurut penziarah, mereka melakukan ziarah kubur bukan bermaksud yang lain-lain (syirik). Sebab Islam juga mengajarkan agar manusia mengingat kematian (suatu saat akan mati-red). "Berziarah ke kubur yang sudah meninggal akan mengingatkan mati," kata pria itu satu anak itu sembari mengatakan ziarah kubur orangtuanya.
Selain itu, peziarah juga membersihkan kuburan, apalagi zirah kubur. Ziarah ini bahkan bukan hanya di daerah Pekanbaru dan tertentu saja, namun hampir seluruh wilayah di Riau, dan bahkan di sejumlah daerah Indonesia.
Di Pekanbaru khususnya, sejumlah pekan-pekan terakhir jelang labara, dipenuhi penziarah, seperti di TPU Senapelan Pekanbaru, Payung Sekaki, Rumbai dan TPU-TPU lain. Kondisi ini bukan hanya jelang ramadhan, nanti jelang Idul Fitri kembali ziarah.
Bahkan, di Kabupaten Kuantan Singingi (Kunsing) Riau, seperti di Kecamatan Sentajo Raya, TPU wilayah itu sangat ramai, bahkan hari kedua lebaran waga setempat menyebut istilah "Rayo kubur".
Begituhalnya di Bangkinang, Kampar, raya kuburan sangat dikenal. Warga setempat melakukan tradisi ini saat raya puasa enam, mereka sebuat "rayo onam" [chr]
Komentar Anda :