IRT Menjerit, Harga Bawang Putih 'Melangit', Asosiasi Pedagang: 90% dari Impor
Kamis, 11 Mei 2017 - 15:33:42 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Dalam kurunn waktu tiga minggu ini, harga bawang putih di pasar melonjak. Akibatnya, ibu rumah tangga menjerit.
Di Pasar Tradisional Pekanbaru, harga bawang putih per kilogram berkisar Rp54.000 hingga Rp60.000. Sebelumnya hanya berkisar Rp35.000 hingga Rp36.000 per kg. Ini seperti terdapat di Pasar Pagi Arengka, Pekanbaru.
"Terlalu tinggi harga bawang putih sekarang, sampai kapan pemerintah bisa menstabilkan harga ini," kata Mazni, warga Sidomulyo Timur.
Bahkan, di pasar-pasar luar Pekanbaru harga lebih mahal. Tidah hanya di Riau, harga bawang putih di kawasan Jabodetabek tembus Rp70.000 per kg.
Menurut Ketua Ikatan Pedagang Pasar Abdullah Mansyuri, meroketnya harga bawang putih disebabkan karena tidak adanya aturan khusus mengenai perizinan impor bawang putih. Karena hal itulah, pemerintah tidak bisa mengontrol jumlah impor bawang putih yang masuk ke Indonesia.
Dikatakan, angka impor dan jumlah produksi bawang putih di Indonesia mengalami ketimpangan. Angka impor bawang putih sendiri mencapai 90% sementara jumlah produksi bawang putih hanya sebesar 10%.
"Pemerintah tidak bisa kontrol jumlah impor bawang putih yang masuk karena tidak adanya aturan mengenai perizinannya. Impor bawang putih kita 90% sementara produksi kita cuma 10%," ujarnya katanya, Kamis (11/5/2017).
Karena tidak adanya aturan tersebut, sehingga pedagang akan sulit mengendalikan harga bawang. Pasalnya, pedagang tidak mengetahui bawang tersebut diambil dari negara mana dan dengan harga berapa. "Kalau asal impornya dan harganya tahu kan itu enak dan akan bagus juga untuk harga bawang putih. Saya juga sudah beri tahu Menteri Perdagangan, hati-hati bawang putih ini ada indikasi tidak wajar jadi tolong diperhatikan," pungkasnya. [yas,okz]
Komentar Anda :