Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Patih Laman, Tokoh Lingkungan Riau Suku Talang Mamak Meninggal Dunia
Kamis, 11 Mei 2017 - 14:04:08 WIB
Patih Laman (dtc)

SULUHRIAU, Pekanbaru- Tokoh Adat dari Suku Talang Mamak yang tinggal Kab Indragiri Hulu (Inhu) Riau meninggal dunia sekitar pukul 19.00 WIB Rabu, (10/5/2017).

Ia meninggal di rumah rumah anaknya di Talang Durian Cacar, Desa Sei Ekok, Kab Indragiri Hulu (Inhu), Riau.
Ia selama ini tinggal Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT). 

Patih Laman dalam kehidupannya menjaga lokasi hutannya dari jarahan perusahaan serta mafia kayu. Dia juga pernah mencapai Kalpataru semasa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Juru bicara keluarga, Gilung (36) pada detikcom, Kamis (11/5/2017), menyampaikan, akhir-akhir ini Patih Laman memanglah telah sakit-sakitan. "Tadi malam, Patih Laman wafat dirumah anaknya. Sekarang ini kami lagi prosesi pemakaman dengan cara kebiasaan suku Talang Mamak, " kata Gilung.

Menurut Gilung, sekarang ramai di rumah duka. Sesuai kebiasaan orang Talang Mamak,  di Inhu, semua kebatinan (jabatan kebiasaan) Talang Mamak berkumpul dirumah duka.

"Untuk sistem penggalian kuburan ada 100 orang yang silih bertukar," katanya.

Dari bebarapa reperensi, Patih Laman ini yaitu tokoh kebiasaan yang cukup disegani di lingkungan orang-orang Talang Mamak. Patih, yaitu gelar paling tinggi dalam orang-orang Talang Mamak yang beberapa hidup di dalam lokasi TNBT, sedang nama aslinya Laman.

Sebagai tokoh kebiasaan, Patih Laman ini menoreh beberapa pernyataan dunia internasional dalam menjaga lokasi rimba TNBT.

Mulai sejak jaman Orde Baru, Patih Laman telah berjuang melawan semua kebijakan pemerintah yang jadikan lokasi hutannya jadi areal Hak Penguasaan Rimba (HPH) oleh perusahaan. Patih Laman tidak gentar, beragam halangan dia hadapi. Dia selalu lakukan perlawanan atas kebijakan pemerintah itu.

Dalam perjalanan pahitnya, Patih Laman yang pernah berbincang-bincang dengan dengan dengan beberapa media, seperti dilansir detik.com, pada 7 Februari 2011 pernah bercerita, bila dianya dituding Gubernur Riau, saat itu Soeripto sebagai PKI.

Ini karna Patih Laman lakukan perlawanan atas penguasaan rimba belantara yang dimukimi orang-orang Talang Mamak. Patih Laman mengadakan demo ke Kantor Gubernur Riau di Pekanbaru.

"Saat kami berdemo ke kantor gubernur, kami dituduh PKI. Saya jawab mudah saja. Pak Gubernur, kami ini buta huruf, tidak tahu apakah itu PKI. Karna ayah yang tahu apa sesungguhnya PKI, bermakna ayah gubernurlah yang PKI, "kata Patih Laman, saat itu. Yang konon bikin Gubernur Riau saat itu tertegun.

Perjuangan Patih Laman dalam menjaga lokasi rimba, pada th. 1999 silam, pernah mencapai anugerah paling tinggi dari World Wide Fund for Nature (WWF) Internasional for Conservation. Dia dianugerahi sebagai tokoh yang sukses menjaga lokasi rimba berserta kebiasaan istiadat orang-orang. Dia terima anugerah itu di Sabah, Malaysia.

Pemerintah Indonesia, juga mengaku perjuangan Patih Laman yang tidak kenal capek untuk menyelamatkan rimba serta kebiasaan istiadat. Hingga pada 5 Juni 2003 di Istana Negara, Presiden Megawati Soekarnoputri memberi penghargaan Kalpataru buat tokoh kebiasaan Riau itu.

Patih Laman, sebelumnya ajal menjemputnya, pernah miliki kemauan untuk kembalikan Kalpataru yang dia punya ke Pemerintah Pusat. Niatan itu dia berikan ke wartawan, karna kekesalannya pada pemerintah yang tidak dapat membuat perlindungan rimba serta kebiasaan istiadat orang-orang setempat.

Patih Laman terasa gerah, untuk apa Kalpataru dia peroleh, bila pemerintah tak dapat menyelamatkan sisa rimba yang ada. Sayangnya, gagasan pemulangan piala Kalpataru itu belum terwujud sampai Patih Laman meninggal dunia.

Patih Laman merupakan tokoh lingkungan yang tidak kenal pamrih dalam memperjuangkan lokasi rimba. Dia tidak pernah menyerah, hingga akhir hayatnya tetaplah mengawal lokasi rimba dari semua bentuk penjarahan. [jan, dtc]





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat