Kamis, 01 Oktober 2026 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
 
 
☰ Ekbis
"Soal Perdagangan Lintas Batas Meranti akan Dibawa ke Rapat Kerja Komisi XI DPR RI"
Selasa, 02 Mei 2017 - 08:35:09 WIB

SULUHRIAU, Selatpanjang- Anggota DPR RI Asal Riau H Jon Erizal berjanji, akan membawa masalah perdagangan Lintas Batas sesuai aspirasi masyarakat ke Rapat Kerja Komisi XI DPR RI.

Hal itu disampaikannya saat melakukan pertemuan dengan Bupati Kepulauan Meranti Drs. H Irwan M.Si dan Jajaran Pejabat Pemerintan Daerah, Para Pengusaha, tokoh masyarakat serta paguyuban Meranti. Bertempat Aula Afifa Sport, Selatpanjang, Ahad(30/4/2017).

Dalam pertemuan itu dibahas soal legalitas perdagangan lintas batas yang menjadi isu hangat karena berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat di Meranti. Komisi XI DPR RI yang membidangi masalah Keuangan Negara dan Perpajakan.

Seperti diketahui, Kepualauan Meranti yang secara geografis berbatasan langsung dengan negara tetangga sangat bergantung terhadap pasokan bahan pokok, gula, bawang, beras dan bahan makanan lainnya yang berasal dari luar negeri (Malaysia/Singapura.red).
Barang-barang makanan yang beredar di Selatpanjang ini banyak dipasok dari Karimun yang merupakan tempat masuknya barang dari luar negeri sebelum diedarkan di Provinsi Kepulauan Riau. Selain rasannya enak bahan makanan dari luar negeri ini harganya juga lebih murah dan segar dibanding dengan bahan sembako yang berasal dari Sumatera (busuk ditengah jalan), karena jauhnya jarak tempuh dan besarnya ongkos transportasi.

Selama ratusan tahun masyarakat yang berada dipesisir termasuk Kepulauan Meranti bergantung terhadap bahan makanan yang dipasok dari luar negeri itu. Harganya yang murah dan secara kwalitas juga baik sangat membantu masyarakat terutama ekonomi lemah.
Namun dengan semakin ketatnya peraturan perdagangan lintas batas oleh pemerintah pusat. Bahan makanan itu tidak bisa dipasok secara bebas, pedagang yang memasok dikenakan pajak dan diharuskan melengkapi aturan administrasi lainnya mulai yang dikeluarkan oleh pihak Bea dan Cukai, Pihak Karantina hingga Badan Pengawas Obat dan Makan (BP POM).

Jika itu dilakukan barang yang awalnya murahpun akan menjadi mahal dan tentu saja akan semakin memperburuk kondisi ekonomi masyarakat di Kepulauan Meranti dimana lebih dari 30 persen masyarkatnya tergolong miskin.

Dalam pertemuan itu, para pengusaha dan tokoh masyarakat banyak memberikan masukan kepada H. Jon Erizal. Salah satunya H. Syahril yang menilai peraturan perdagangan lintas batas yang diberlakukan di Meranti tidak tepat. Besarnya biata angkut dan pajak yang dikenakan kepada pengusaha sangat memberatkan, akibatnya harga barang yang diedarkan semakin mahal. "Yang kasihan masyarakat, harga-harga kebutuhan pokok menjadi mahal," jelas H Syahril.

Pengusaha lainnya juga mengaku hal yang sama. "Masuknya barang makanan dari luar negeri secara nyata sangat membantu masyarakat disini, kami dari pengusaha berharap dapat dipermudah dan jangan ditangkap," harapnya.

Pernyatan H. Syahril itu juga dibenarkan oleh Wakapolres Meranti, Kompol. Wawan, dari hasil pantauan pihak kepolisian, masyarakat tampak resah dengan mahalnya harga bahan makanan yang dipasok dari Jawa dan Sumatera. Selain itu kondisinya sudah tak segar lagi. "Bawang yang masuk dari Malaysia tampak segar tetapi yang dari Jawa sudah tak fresh lagi dan harganyapun lebih mahal. Jalang lebaran Pemda melakukan rapat koordinasi dan meminta kebijakan khusus dari Bea Cukai, serta Karantina, saya berharap pak Jon Erizal selaku Legislator pengesahan UU Perdagangan Lintas Batas ini dapat memperjuangkannya," harap Wakapolres demi terciptanya kondusfitas daerah.

Menyikapi masalah tersebut, Jon Erizal yang juga mantan anggota Panja Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) mengatakan akan memperjuangkan aturan perdagangan lintas batas untuk Kepulauan Meranti. "Kita akan mencoba bawa aspirasi masyarakat ini ke rapat kerja Komisi, karena secara historis daerah pesisir ini tidak bisa terlepas dari pasokan bahan makanan yang berasal dari luar negeri. Mudah-mudahan dengan latar belakang Story Record ini dapat menjadi alasan kuat untuk diberikan kebijakan khusus (Deskresi) untuk wilayah Meranti," jelas Jon Erizal.

Saat ditanya apakah masih ada peluang Kepulauan Meranti mendapat fasilitas Free Trade Zone (FTZ), seperti yang diberikan kepada Kabupaten Karimun Kepualaun Riau dan Dumai. H. Jon Erizal mengaku kemungkinan itu bisa saja terjadi dengan pertimbangan Story Record daerah pesisir. "Kita tahulah sejak saya kecil dulu memang kebutuhan pangan dari Meranti ini banyak di supply dari luar negeri dan rata-rata daerah pesisir seperti itu. Dan itu juga yang menjadi pertimbangan Kabupaten Karimun dan Dumai masuk dalam kawasan Free Trade Zone (FTZ), mudah-mudahan dengan kondisi Story Record yang sama fasilitas itu juga bisa diberikan untuk Meranti," papar H. Jon Erizal.

Lebih jauh dikatakan H. Jon Erizal, sebelum masalah tersebut dibicarakan dalam Rapat Komisi XI DPR RI, ia minta kepada Pemda dan Pengusaha serta tokoh masyarakat untuk duduk semeja merumuskan usulan Kebijakan Perdagangan Lintas Batas tersebut. Usulan itu dapat dimasukan dalam bentuk surat dan dokumen pendukung lainnya. "Sebelum masalah ini diangkat dalam Rapat Komisi, saya minta Bupati dan pengusaha duduk semeja membuat usulan kepada Komisi XI," jelas H. Jon Erizal.

Dalam kesempatan itu, pengusaha juga curhat masalah penangkapan dan penyegelan terhadap bahan makanan yang berasal dari luar negeri yang disimpan di Gudang Pelindo I, Selatpanjang yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Secara aturan harusnya




 
Berita Lainnya :
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    02 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    03 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    04 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    05 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    06 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    07 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    08 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    09 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    10 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    11 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    12 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    13 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    14 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    15 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    16 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    17 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    18 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    19 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    20 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    21 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    22 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat