Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Gaya Hidup
Apa itu Bisht dan Thawb yang Dipakai Raja Salman, Ini Penjelasannya
Rabu, 01 Maret 2017 - 19:00:49 WIB

SULUHRIAU, Jakarta - Pakaian selalu menunjukkan identitas dan status sosial seseorang. Di Saudi dan negara-negara di semenanjung Arab lainnya, pakaian pun memiliki makna tersendiri.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud selalu tampil mengenakan pakaian putih yang dibalut oleh kain agak transparan berwarna cokelat keemasan. Tak hanya Raja Salman, jajarannya pun mengenakan pakaian serupa namun kain pelapisnya berwarna hitam.

Penampilan Raja Salman ketika berkunjung ke Indonesia hari ini, Rabu (1/3/2017) juga mengenakan pakaian seperti itu. Tangan kirinya ditumpangkan pada celah yang terdapat di bagian depan kain pelapis yang agak transparan itu.

Apa sebetulnya pakaian yang dikenakan Raja Salman itu?

Seorang pria di Arab Saudi biasanya terlihat mengenakan baju panjang berwarna putih. Pakaian ini disebut thawb (atau kadang disebut thobe), pakaian tradisional bagi laki-laki di Saudi dan negara-negara Arab lainnya.

Pakaian ini dipakai oleh semua kalangan mulai dari rakyat jelata hingga seorang raja. Thawb berasal dari bahasa Arab yang berarti penutup badan.

Penyebutan thawb di beberapa negara pun berbeda-beda, seperti 'kandura' di Uni Emirat Arab atau 'jubbah' di Iran. Tetapi maknanya tetap sama.

Thawb bisa berarti hanya sebuah pakaian biasa tanpa dihiasi oleh bisht, kain pelapis yang agak transparan. Tak semua orang mengenakan bisht dalam setiap kesempatan.

Bisht merupakan kain panjang yang menutupi thawb. Biasanya bisht menandakan status seseorang.

Mulanya bisht dikenakan di musim dingin saja oleh orang-orang Badui. Kini hampir tiap acara formal pasti ada bisht yang membalut thawb.

"Bisht pertama kali dijahit di Persia. Bisht diperkenalkan di Saudi saat pedagang bisht datang untuk berhaji atau umrah," ungkap seorang penjahit Bisht asal Al-Ahsa bernama Abu Salem saat diwawancara Arab News pada 7 November 2012.

Al-Ahsa disebut sebagai tempat penjahit bisht yang terbaik selama 2 abad di Saudi. Bahkan Al-Ahsa menjadi tempat penjahit bisht terbesar di negara-negara Teluk sejak tahun 1940.

Keahlian menjahit bisht di Al-Ahsa diturunkan dari generasi ke generasi. Biasanya mereka memakai nama keluarga mereka.

Pada sebuah bisht terdapat sulaman atau bordir yang disebut zari. "Bisht hitam dengan jahitan emas adalah yang paling populer, setelahnya ada krem dan putih," kata Salem.

Harga bisht bervariasi antara 100 reals hingga 20.000 reals. Harga termahal adalah bisht kerajaan yang biasanya diperuntukkan bagi pangeran, politikus, dan orang kaya.

sumber: detik.com




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat