Senin, 17 Agustus 2026 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
 
 
☰ Peristiwa
Raskin Disalurkan Malam, Ditemukan Banyak Kutu dan Ulat
Jumat, 17 Februari 2017 - 10:04:43 WIB
Ilustrasi (int)

SULUHRIAU, Warga di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, meminta pemerintah daerah setempat meninjau kualitas beras miskin (raskin) yang seringkali tidak layak konsumsi.

"Raskin yang disalurkan acapkali tidak layak konsumsi, berkutu dan berulat," ujar Karim (46 tahun) warga Monano, Jumat di Gorontalo.

Menurut dia, raskin disalurkan secara gratis untuk konsumsi warga miskin bukan untuk pakan ternak.
Sehingga, masyarakat berharap pemerintah daerah meninjau ulang kegiatan penyaluran raskin yang dilakukan pihak Bulog di wilayah barat tersebut, sebab seringkali dilakukan malam hari sehingga sulit membedakan beras kualitas baik atau jelek. Penyaluran di malam hari pun sangat menyulitkan warga mengembalikan beras ke pihak Bulog.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Monano, Marten Toana membenarkan hasil pengawasannya, beberapa kali beras yang disalurkan tidak layak konsumsi. Penyaluran di malam hari diakui Marten, menyulitkan warga maupun pekerja sosial untuk melakukan pemantauan maupun pengawasan.
Seperti yang pernah dialami warga Desa Monano Atas, menerima beras rusak atau tidak layak konsumsi.
"Warga menerima pembagian di malam hari, kondisi beras diperiksa saat pagi hari, maka beras yang rusak sulit dikembalikan sebab pihak penyalur sudah tidak ada lagi," kata Marten.

Ia berharap, sesuai keinginan warga penerima manfaat agar kerja sama pemerintah daerah dan pihak Bulog, dapat ditinjau lagi khususnya memperhatikan kualitas beras. Tidak hanya kualitas, jumlah yang diterimakan pun harus diperhatikan agar sesuai dengan rumah tangga sasaran. Sebab seringkali, rumah tangga sasaran tidak menerima sesuai jumlah yang ditentukan.

Marten mengatakan pihaknya menemukan ada penerima yang hanya menerima setengah dari jumlah yang ditentukan, dengan alasan jumlah penerima lebih banyak dari kuota beras yang diminta.

Kepala Dinas Sosial setempat, Sufrizal Yusuf mengatakan, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Sosial RI tentang penetapan jumlah keluarga penerima manfaat beras sejahtera tahun 2017, dimana tahun ini penerima tersebar di 11 kecamatan, mencapai 9.683 Kepala Keluarga.

Penanganan beras sejahtera, kata dia, baru tahun 2017 ini dilakukan pihaknya, sebab sebelumnya menjadi tanggung jawab pihak Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah. Pihaknya berjanji akan kembali melakukan verifikasi dan validasi data rumah tangga sasaran penerima, untuk penyesuaian kuota agar tidak terjadi kekurangan penerimaan termasuk memperhatikan kualitas beras.

Sumber : Antara





 
Berita Lainnya :
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    02 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    03 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    04 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    05 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    06 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    07 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    08 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    09 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    10 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    11 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    12 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    13 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    14 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    15 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    16 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    17 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    18 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    19 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    20 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    21 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    22 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat