Senin, 17 Agustus 2026 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
 
 
☰ Peristiwa
Peran Dokter Hewan Dinilai Belum Optimal
Minggu, 12 Februari 2017 - 13:55:34 WIB
Ilustrasi

SULUHRIAU- Kegagalan target kebuntingan sapi dan kerbau di Indonesia disebabkan oleh kurangnya perhatian gangguan reproduksi infeksius dan non infeksius.

Di sisi lain peran dokter hewan sebagai profesi yang mempunyai keahlian dan kewenangan di bidang tersebut belum optimal berjalan.

Ketua Asosiasi Medik Reproduksi Verteriner Indonesia Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (AMERVI PDHI) Agung Budiyanto mengatakan, sejumlah kalangan menilai kebuntingan merupakan sesuatu yang sederhana. Bahkan ada kalangan yang berpikir IB sekali jadi pasti hamil.

"Fakta membuktikan, keberhasilan kebuntingan di negeri ini belum optimal. Hal ini disebabkan peran dokter hewan sebagai profesi yang mempunyai keahlian dan kewenangan juga belum optimal. Serta kurang pengalaman dokter hewan dan beberapa program tidak melibatkan dokter hewan reproduksi," katanya.

Padahal kebuntingan merupakan hasil dari manajemen reproduksi yang panjang dan komplek. Berbagai masalah reproduksi pun terus terjadi. Meliputi kegagalan masa puberas sapi dara yang tepat waktu, kegagalan estrus, kegagalan perkawinan, kegagalan kebuntingan, masalah kelahiran, etrus post partum yang panjang.

"Manajemen reproduksi sendiri meliputi manajemen perkawinan, kebuntingan, kelahiran, pedet, post partum dan manajemen kesehatan secara umum," tutur Agung. Dokter hewan memiliki peran yang sangat strategis untuk mengawal proses manajemen reproduksi agar tidak terjadi kegagalan.

Sementara itu, Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita berharap, unit pelayanan teknis (UPT) bibit bisa menghasilkan bibit sapi kualitas eksport. Pasalnya hingga saat ini sudah banyak dana yang digelontorkan untuk meningkatkan jumlah populasi ternak.

Diarmita mengatakan sekarang ada sekitar 5,9 sapi betina dan empat juta di antaranya sudah siap kawin. Karena itu, ia meminta agar dokter hewan bisa mengoptimalkan perannya dalam mengawal kebuntingan sapi betina. "Kalau 70 persen berhasil dan melahirkan, maka kita akan memperoleh tiga juta pedet," kata Diarmita.

Sumber: republika.co.id




 
Berita Lainnya :
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    02 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    03 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    04 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    05 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    06 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    07 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    08 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    09 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    10 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    11 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    12 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    13 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    14 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    15 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    16 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    17 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    18 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    19 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    20 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    21 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    22 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat