Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Metropolis
Kritik Inspektorat, KPK: Tak Independen Awasi Kepala Daerah
Senin, 06 Februari 2017 - 21:00:33 WIB

SULUHRIAU, Bantul - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengatakan inspektorat di banyak daerah tidak bekerja secara independen mengawasi penyimpangan atau korupsi kepala daerah.

Penyebabnya adalah Undang-Undang tentang Pemerintah Daerah yang tidak memungkinkan inspektorat daerah bekerja secara independen. Sesuai aturan, inspektorat daerah diangkat dan bertanggung jawab kepada kepala daerah sehingga mereka sulit terbebas dari intervensi kepala daerah.

Inspektorat daerah, kata Marwata, justru mendukung kepentingan pejabat daerah yang bermasalah. "Pengawasan Inspektorat tidak berjalan terhadap hampir semua kepala daerah yang bermasalah," kata Alexander seusai acara penyerahan hasil evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah kabupaten/kota di Jogja Expo Center Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Senin, (6/2/2017).

Dia mencontohkan tidak berfungsinya inspektorat terhadap korupsi yang dilakukan terdakwa bekas Bupati Bangkalan, Fuad Amin Imron. Sistem pemilihan kepala daerah saat ini, kata dia, belum mampu menghasilkan pemimpin yang berintegritas.

Di Sumatera Utara misalnya, untuk menjadi kepala daerah, seseorang menghabiskan duit senilai Rp 25 miliar. "Ketika menduduki jabatannya pejabat nyari-nyari karena dia belum mampu menutup penghasilannya. Dia memanfaatkan perizinan, pengadaan barang dan jasa," kata dia.

Untuk menekan korupsi, inspektorat bertanggung jawab mengawasi kepala daerah secara independen, punya komitmen kuat dan berani menindak pejabat daearah yang korup.

Menurut Marwata KPK telah berbicara dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi maupun Kementerian Dalam Negeri untuk memperkuat peran Inspektorat agar bekerja independen tanpa intervensi kepala daerah.

KPK juga menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk meningkatkan kualitas Inspektorat yang berintegritas.

Marwata menyebut korupsi di Indonesia dalam taraf parah. Indeks Persepsi Korupsi yang dikeluarkan Transparansi Internasional Indonesia tahun 2016 tergolong rendah, yakni hanya 37 atau hanya naik satu poin ketimbang tahun 2015. Indonesia kalah jauh dengan Singapura. "KPK mendorong masyarakat jadi mata dan telinga KPK di daerah. Kalau ada penyimpangan segera lapor," kata dia.

Data KPK menunjukkan terdapat 65 penindakan terhadap kepala daerah pada tahun ini atau naik ketimbang tahun lalu sebanyak 10 penindakan. Penindakan dilakukan murni karena ada pengaduan dari masyarakat.

Dalam satu tahun terdapat 7 ribu-8 ribu pengaduan masyarakat. Dari angka itu, sebanyak 5 persen terindikasi kuat sebagai tindak pidana korupsi. "Tidak cukup penindakan, jauh lebih penting pencegahan. Kami belum menyentuh ke ujung daerah," kata dia.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur mendukung KPK mengawasi kepala daerah. Ia setuju dengan pencegahan korupsi dan mendorong pejabat daerah untuk mengubah cara berpikir ketika menggunakan anggaran daerah. Kepala Daerah, kata dia hendaknya benar-benar memperhatikan apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo.

Dalam rapat kabinet dan rapat terbatas, Presiden Jokowi, kata dia banyak menyinggung tentang perubahan. Kepala daerah diminta fokus bekerja dan menjamin akuntabilitas kinerja timnya. "Jangan main-main dalam menggunakan anggaran daerah," kata Asman.

Sumber: tempo.co



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat