Ketika Bupati dan Warga Larut dalam Perang Air Imlek di Meranti
Rabu, 01 Februari 2017 - 10:11:55 WIB
SULUHRIAU, Selatpanjang- Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si bersama Ny. Sisilita Arsyadjuliandi Rachman habis ditembaki warga Tiong Hoa dan masyarakat Kabupaten Meranti.
Hebatnya, bukan hanya Bupati dan isteri Gubernur yang menjadi sasaran tembak warga, Kapolres dan Dandim pun ikut menjadi sasaran.
Ini merupakan gambaran perangan air atau Cian Cui yang dislenggarakan dalam rangka pelayanan Imlek 2017 di Kebupaten Meranti, Selasa (31/1/2017).
Perang Air atau Cian Cui Air merupakan Tradisi yang berkembang di Selatpanjang, Kabupaten Meranti sejak 50 tahun yang lalu dimana setiap orang tak padang tua, muda, lelaki, perempuan atau dari suku mana, bergembira melakukan perang-perangan air. Tradisi unik ini cukup langka dan konon hanya ada dua negara di dunia yakni di negara Thailand dan Selatpanjang, Kabupaten Meranti (Indonesia).
Festival Cian Cui dibuka oleh Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan, M.Si bersama Ny. Hj. Sisilita Juliandi Rachman didampingi Wabup. H. Said Hasyim dan Forkopimda Kabupaten Meranti. Pembukaan ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Bupati dan Ny. Hj. Sisilita disaksikan seluruh tamu yang hadir.
Hanya selang beberapa detik setelah pembukaan, perang-perangan airpun dimulai, Bupati Beserta Forkopimda langsung ditembaki air oleh warga yang sudah menunggu moment itu. Tak mau ketinggalan Ny. Sisilita didampingi Hj. Nirwana Irwan dan Hj. Syamsiar Said Hayim beserta Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau Fahmizal, langsung menaiki becak motor untuk bergembira bersama warga, saling siram dan saling tembak disepanjang jalan protokol Selatpanjang tak dapat dihindari, meski basah kuyup namun kegembiraan tampak terpancar diwajah para tamu dari Provinsi Riau itu.
Bahkan dengan spontan menjawab akan kembali lagi untuk perang-perangan air tahun depan. "Saya sangat gembira dan terkesan sekali, acaranya sangat menarik, tahun depan saya akan bawa bapak (Gubernur Riau), untuk datang lagi kesini," ujar Ny. Sisilita Juliandi Rachman.
Selain bergembira dalam Festival Cian Cui ini tercibta toleransi yang luar biasa antara berbagai suku, agama yang ada si Kabupaten Meranti. "Semua merasa berbahagia, hidup berdampingan dengan damai, terima kasih atas tolerasi berbagai suku yang ada di Meranti," ujar Tokoh Tiong Hoa Meranti, Darwin.
Bupati Kepulauan Meranti, Drs. H. Irwan, M.Si, meminta kepada seluruh masyarakat yang ikut merayakan imlek dan festival Cian Cui, untuk menjaga ketertiban dan keamanan. "Ini merupakan pesta rakyat mari bersama kita jaga ketertiban dan keamanan, semoga kegiatan ini berjalan aman dan lancat," ucap Bupati seraya mengapresiasi kerja keras panitia yang telah mempersiapkan acara sedemikian rupa khususnya kepada Dinas Pariwisata Meranti dan Provinsi Riau.
Sementara Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau, Fahmizal berjanji akan mendorong kegiatan fenomenal ini untuk masuk dalam kalender wisata nasional, diharapkan kedepan akan banyak menarik wisatawan dalam dan luar negeri dan memberikan multyplier efek positif bagi masyarakat Selatpanjang, Kabupaten Meranti, Provinsi Riau.
"Selain dapat meningkatkan ksejahteraan masyarakat kita juga harapkan dapat meningkatkan keakraban semua etnis dan suku yang ada di Kabupaten Meranti," harap Fahmizal.
Sementara, Ketua Panitia Cian Cui, Yung Salis yang juga Manager Grand Meranti Hotel, jumlah wisatawan lokal dan internasional yang masuk ke Selatpanjang hingga saat ini mencapai 35 ribu orang, jumlah becak yang digunakan tiap hari mencapai 1000an. Diperkirakan dalam 6 hari pelaksanaan Cian Cui ini miliaran rupiah uang beredar di Sepatpajang dan memberikan dampak yang luar biasa bagi ekonomi masyarakat.
Pembukaan Cian Cui, turut dihadiri Dir Intel Polda Riau, Ketua DPRD, Kapolres, Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga H. Ismail Arsyad, Kadis Perhubungan Meranti dan pejabat Eselon II lainya. (raf)
Komentar Anda :